Waduh! Kasus Penembakan Laskar FPI, Ahli Polri Temukan Ini di Baju Terdakwa

Selasa, 21 Desember 2021 – 18:10 WIB

 Front Pembela Islam (FPI) (Foto: Istimewa)

Front Pembela Islam (FPI) (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Ada hal baru terungkap dalam sidang lanjutan dugaan kasus unlawful killing (pembunuhan di luar proses hukum) terhadap laskar Front Pembela Islam (FPI). Ahli residu dari Mabes Polri, Azizah Nur Istiadzah, mengungkap ada sisa residu peluru di baju terdakwa penembakan eks laskar FPI dan baju 6 korban insiden penembakan di Km 50.

Bukan hanya di baju, Azizah mengatakan residu tersebut juga ditemukan di beberapa titik mobil Xenia yang digunakan dalam insiden penembakan itu.

"Saya ambil sampel dari mobil Xenia, kemudian kita ambil dari 6 jenazah yang pada saat itu kami ambil dari RS Polri Kramat Jati, kemudian kami ambil dari baju yang dikirimkan penyidik kepada kami," ucap Azizah saat memberikan keterangan sebagai ahli dalam sidang penembakan laskar FPI di Km 50, di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa 21 Desember 2021.

Selain itu, tim ahli menemukan sisa residu di 2 senjata api jenis CZ dan Sig Sauer.

"Ada 2 senjata api yang terdapat residu yang pertama CZ dan Sig Sauer itu juga positif mengandung residu, artinya pernah di tembakan. Lalu ada satu lagi Sig Sauer itu negatif mengandung residu atau belum pernah ditembakkan," katanya. 

Seperti diketahui, Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan didakwa melakukan pembunuhan dan penganiayaan yang menyebabkan kematian dalam kasus Km 50. Kedua polisi itu sebenarnya didakwa bersama seorang lagi, yaitu Ipda Elwira Priadi, tetapi yang bersangkutan sudah meninggal dunia karena kecelakaan.