IFBC Banner

Jepang Hukum Gantung Tiga Pembunuh Sadis di Negaranya

Rabu, 22 Desember 2021 – 13:38 WIB

Ilustrasi Hukuman Gantung (Foto:Istimewa)

Ilustrasi Hukuman Gantung (Foto:Istimewa)

TOKYO, REQNews – Terakhir Desember 2019 Jepang melakukan eksekusi hukuman mati. Kini tiga terpidana mati, dihukum gantung di tengah meningkatnya kritik atas penggunaan hukuman mati.

IFBC Banner


Ketiga pria itu diidentifikasi oleh kantor berita terkemuka Jepang Kyoyo News sebagai Yasutaka Fujishiro, 65, Tomoaki Takanezawa, 54, dan Mitsunori Onogawa, 44.

Kementerian Kehakiman Jepang mengatakan Fujishiro membunuh tujuh kerabatnya pada 2004, sementara Takanezawa dan Onogawa dihukum karena membunuh dua pegawai pinball pada 2003.

“Ini adalah kasus yang sangat brutal, mengambil nyawa yang berharga untuk alasan egois. Saya pikir ini adalah insiden mengerikan tidak hanya bagi para korban yang kehilangan nyawa mereka tetapi juga untuk keluarga yang ditinggalkan,” kata Menteri Kehakiman Yoshihisa Furukawa pada konferensi pers pada hari Selasa.

Eksekusi, yang berlangsung pada Selasa pagi, adalah yang pertama di bawah Perdana Menteri Fumio Kishida, yang menjabat pada Oktober melalui pemilihan umum.

Meskipun ada kritik pedas dari kelompok hak asasi internasional yang berkampanye untuk menghapus praktik tersebut, hukuman mati terus mendapat dukungan populer di Jepang.

“Penghapusan hukuman mati merupakan masalah penting yang berkaitan dengan dasar sistem peradilan pidana Jepang,” kata wakil kepala sekretaris kabinet Jepang Seiji Kihara pada konferensi pers.

“Tidak mudah untuk memutuskan hukuman mati, tetapi mengingat kejahatan ini masih berlangsung, saya kira tidak tepat untuk menghapus hukuman mati,” tambahnya.

Jepang mengeksekusi tiga terpidana mati pada 26 Desember 2019, dan 15 tahun sebelumnya, termasuk 13 anggota kelompok yang menyerang kereta bawah tanah Tokyo pada 1995.

Lebih dari 100 narapidana saat ini berstatus terpidana mati, yang biasanya diterapkan lama setelah hukuman.

Jepang adalah salah satu dari sedikit negara maju yang mempertahankan hukuman mati, meskipun ada seruan untuk penghapusannya dari Uni Eropa dan kelompok hak asasi manusia lokal dan global.