Tentara Bayaran Rusia Bergerak ke Ukraina Timur, Moskwa Menolak Terlibat

Kamis, 23 Desember 2021 – 23:14 WIB

Foto: Kyiv Post

Foto: Kyiv Post

Moskwa, REQNews.com -- Tak hanya mengerahkan puluhan ribu tentara reguler, Rusia dikabarkan menggerakan tentara bayaran ke Ukraina timur yang dikuasai separatis.

Mengutip empat sumber dari kelompok tentara bayaran, kantor berita Reuters memberitakan dua kelompok telah menerima. Kelompok ketiga menolak.

Satu kelompok lagi belum menentukan sikap, karena perekrut tidak mengungkap siapa yang mereka wakili. Yang pasti, kata salah satu sumber, Rusia berusaha mengumpulkan semua orang dengan pengalaman tempur.

Salah satu sumber, yang menolak menyebut nama dengan alasan keamanan, bertempur di Ukraina dan Suriah untuk kelompok kontraktor keamanan Rusia yang operasinya selaras dengan kepentingan strategis Rusia.Tidak disebut siapa kontraktor itu.


Posisi Separatis

Rusia mencaplok Semenanjung Krimea dari Ukraina tahun 2014, dan mendukung separatis pro-Moskwa -- yang merebut sebagian besar kawasan industri Donbass di timur Ukraina -- tahun yang sama.

Republik Rakyat Donetsk (DPR) memproklamasikan kemerdekaan dari Ukraina tahun yang sama, setelah mereka menguasai sebelah timur negeri itu. Mereka mendapat dukungan penuh dari Rusia, meski status proklamasi negara itu belum diakui secara internasional.

Alexander Borodai, mantan perdana menteri DPR dan ketua Persatuan Relawan Donbass, mengatakan organisasinya tidak terlibat dalam perekrutan tentara bayaran untuk Ukraina timur.

Seluruh dari empat kelompok tentara bayaran akan digunakan untuk mendukung perlawanan separatis. Salah satu kelompok mengatakan berencana bergabung dengan sesama tentara bayaran di sisi perbatasan Rsuia dengan wilayah Luhansk yang dikuasai separatis.

Kremlin mengatakan pengerahan tentara bayaran tidak ada hubungan dengan kontraktor militer swasta Rusia, yang operasinya digambarkan sebagai sukarelawan tanpa koneksi negara.

Dmitry Peskov, juru bicara Kremlin, mengatakan; "Ini kali pertama kami mendengar tentang pengerahan tentara bayaran. Kami tidak tahu seberapa andal informasi ini."

Peskov juga mengatakan ada pasukan reguler Rusia dan penasehat militer di Ukraina timur, dan tidak pernah ada -- atau Moskwa mempertimbangkan untuk mengirim -- tentara bayaran.

Sejauh ini, Ukraina juga membantahnya dan hanya mengatakan pasukan reguler Rusia hadir di perbatasan mereka.


Membantah

Alexander Ivanov, kepala Komunitas Petugas untuk Keamanan Internasional, mengatakan tidak memiliki informasi apa pun tentang tentara bayaran Rusia dikerahkan ke Ukraina.

Kelaompok Ivanov adalah organisasi non-pemerintah yang mewakili kontraktor Rusia di Republik Afrika Tengah.

Sumber di kalangan tentara bayaran mengatakan tidak terlibat langsung dalam pengerahan itu, tapi orang-orang mereka di lapangan sedang menjalani pelatihan khusus. Tujuan pengerahan itu adalah kegiatan sabotase untuk merusak stabilitas di Ukraina.

Borodai mengatakan; "Ketika diperlukan, kami akan memanggil orang-orang itu. Sejauh ini belum ada panggilan untuk tentara bayaran."

Eduard Basurin, juru bicara separatis, mengatakan tdiak tahu apa-apa tentang penempatan kontraktor keamanan Rusia ke Ukraina timur. Sedangkan Dinas Intelejen Ukraina menolak berkomentar.