Laporan Akhir Tahun dari Papua: 15 Anggota TNI-Polri Tewas dalam 92 Kasus Penembakan KKB

Jumat, 24 Desember 2021 – 23:04 WIB

Kelompok teroris Organisasi Papua Merdeka (OPM)

Kelompok teroris Organisasi Papua Merdeka (OPM)

JAKARTA, REQnews - Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri menyampaikan laporan akhir tahun terkait kontak tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau kelompok teroris OPM di Papua, sepanjang 2021.

Irjen Mathius menyebut, sepanjang 2021, terjadi 94 penembakan dengan jumlah korban meninggal sebanyak 44 orang.

"Dari 92 kasus penembakan yang terjadi mengakibatkan 44 orang meninggal, 15 orang diantaranya anggota TNI-Polri," kata Mathius di Jayapura, Kamis 23 Desember 2021.

Selain itu, tercatat 18 warga sipil meninggal dunia akibat kontak tembak, dan 11 anggota KKB menjemput ajal.

Mathius mengakui, kasus penembakan oleh KKB ini mengalami kenaikan signifikan dibading tahun 2020, yang tercatat 49 kasus.

Adapun kasus penembakan yang melibatkan KKB terjadi di tujuh polres. Yaitu Polres Mimika, Intan Jaya, Puncak, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Nduga dan Polres Keerom.

Sementara ini Irjen Mathius mengatakan anggotanya sudah diperintahkan tidak melakukan pengejaran dengan berbagai alasan.

Bila ada pengejaran, kemungkinan dapat menimbulkan korban jiwa lagi, juga kerugian senjata yang justru memperkuat barisan teroris tersebut.

Kapolda Papua berharap ke depan aksi penembakan yang dilakukan KKB berkurang. Bahkan tidak lagi terjadi hingga Papua benar-benar menjadi "tanah damai".

Apalagi nantinya polisi yang ditugaskan di wilayah itu adalah anak-anak asli setempat sehingga dapat membuat wilayah itu aman dari gangguan KKB.

"Saat ini 1.999 anggota polri program bintara noken yang dibiayai dana otonomi khusus dan merekalah yang akan dikembalikan ke daerah pengirim," ujar Irjen Mathius.