IFBC Banner

Jadi Tersangka! Tiga Oknum TNI yang Tabrak Handi dan Salsa Dijebloskan ke Penjara

Sabtu, 25 Desember 2021 – 17:20 WIB

Ilustrasi orang dipenjara (Foto: Istimewa)

Ilustrasi orang dipenjara (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Polisi Militer TNI Angkatan Darat (POMAD) melakukan penahanan usai menetapkan tiga oknum TNI AD penabrak dua sejoli Handi Saputra (18) dan Salsabila (14) sebagai tersangka.

Mereka adalah Kolonel Infanteri P Korem Gorontalo Kodam Merdeka Manado, Kopral Dua DA Kodim Gunungkidul Kodam Diponegoro Semarang serta Kopral Dua Ahmad Kodim Demak Kodam Diponegoro, Semarang.

"Saat ini perkara sudah ditangani dalam proses penyidikan Polisi Militer TNI Angkatan Darat (POMAD) dan untuk ketiga orang tersangka sudah ditahan oleh Penyidik POMAD," kata Kapen Puspomad Letkol Cpm Agus Subur saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu 25 Desember 2021.

Ia menyebut bahwa penahanan tersebut dilakukan untuk kepentingan penyidikan. "Untuk dilakukan pemeriksaan penyidikan. Untuk perkembangan penyidikannya nanti akan disampaikan oleh Markas Besar Angkatan Darat pada kesempatan pertama," kata dia.

Sementara Kapuspen TNI Mayjen Prantara Santoso mengatakan bahwa Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa meminta ketiganya diproses hukum. "Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa telah memerintahkan Penyidik TNI dan TNI AD serta Oditur Jenderal TNI untuk lakukan proses hukum," kata Prantara.

Selain meminta penuntutan hukuman maksimal sesuai tindak pidananya, Prantara menyebut bahwa Jenderal Andika meminta agar penyidik TNI dan TNI AD serta Oditur Jenderal TNI untuk memberikan hukuman tambahan pemecatan dari dinas militer kepada 3 Oknum Anggota TNI AD tersebut.

Diketahui, Handi dan Salsa mengalami kecelakaan dengan ditabrak sebuah mobil yang ditumpangi tiga oknum TNI di Nagreg, Kabupaten Bandung, Rabu 8 Desember 2021 sore.

Oknum anggota TNI yang menabrak kemudian membawa tubuh Handi-Salsa ke dalam mobil dan pergi ke arah Limbangan dengan alasan akan membawa sejoli tersebut ke rumah sakit.

Beberapa hari kemudian, mayat Handi-Salsa ditemukan di Sungai Serayu, Jawa Tengah. Pelaku diduga kuat sengaja membuang tubuh dua sejoli tersebut ke sungai.

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Pol dr Summy Hastry mengungkap fakta baru terkait kasus kematian keduanya. Hastry mengatakan, Salsabila dipastikan meninggal sesaat setelah kecelakaan terjadi di Nagreg. Sebab, ditemukan luka parah di bagian kepala akibat benturan keras.

"Dari luka-luka yang kita periksa (jenazah) wanita waktu ditemukan sudah dalam kondisi meninggal di tempat kejadian atau di TKP. Karena luka-lukanya ada di kepala bagian belakang sampai depan itu parah dan dicek patah tulang tengkorak bawah. Sehingga. saya yakin mati di tempat waktu kejadian (tabrakan)," ujar dr Hastry kepada wartawan di Semarang, Kamis 23 Desember 2021.

Sementara, Handi Harisaputra diduga dibuang dalam kondisi hidup. Sebab, menurutnya saat dilakukan autopsi, pihaknya menemukan saluran napas Handi dipenuhi pasir. "Kalau yang pria waktu kita periksa dengan lengkap luar dan dalam kita temukan tanda-tanda pasir atau air sungai di saluran napas sampai paru-paru. Jadi itu membuktikan waktu dia dibuang, dia masih keadaan hidup atau mungkin karena memang tidak sadar waktu itu," kata dia.

Namun, Hastry enggan berspekulasi terkait lokasi pembuangan mayat korban. Menurutnya, itu memang kewenangan penyidik dari Polda Jabar. "Kalau perempuan memang mati di Jabar dan dibuang dalam keadaan meninggal. Yang laki-laki dibawa dalam keadaan hidup dan dibuang dalam keadaan hidup. Tapi di air di sungai dari aliran mana pun saya nggak tahu asalnya, pertama dibuang itu masih diselidiki oleh (Polda) Jabar dan Jateng," ujarnya.