IFBC Banner

Pingsan saat Sidang, M Kece Kena Azab Tuhan karena Hina Nabi Muhammad?

Senin, 27 Desember 2021 – 17:05 WIB

Terdakwa kasus penistaan agama Muhammad Kece (Foto: Istimewa)

Terdakwa kasus penistaan agama Muhammad Kece (Foto: Istimewa)

JAWA BARAT, REQnews - Terdakwa kasus penistaan agama Muhammad Kece atau M Kece pingsan dan harus digotong keluar ruang persidangan, saat tengah menjalani sidang di Pengadilan Negeri Ciamis pada Jumat 24 Desember 2021 lalu.

IFBC Banner


Tim Kuasa Hukum M Kece, Kamaruddin Simanjuntak mengatakan saat itu kliennya yang tengah duduk di kursi pesakitan mendadak pingsan, tim kuasa hukum pun langsung membopongnya ke luar ruang sidang untuk diperiksa oleh dokter.

"Kami ajukan kembali surat permohonan untuk berobat dan pembantaran kepada Ketua PN Ciamis namun hanya ditetapkan oleh Majelis Hakim untuk 1 × 24 jam saja, akibat dokter dari Kejaksaan selalu bilang Muhammad Kece sehat-sehat saja dan dapat beraktivitas, dengan suhu 39.6 derajat celcius," kata Kamaruddin pada Senin 27 Desember 2021.

Ia menyebut kliennya langsung dibawa ke RSUD Ciamis untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. "Tanggal 25 Desember 2021, kami telah tanda tangani surat menolak pemulangan MKC dari RSUD Ciamis oleh JPU sesuai penetapan 1×24 jam yang ditetapkan oleh Majelis Hakim PN Ciamis, dengan alasan kesehatan MKC saat ini sangat menurun," kata dia.

Komaruddin menyebut bahwa kondisi kesehatan Kece sangat menurun, bahkan trombosit darat di bawah 40 ribu. Ia pun menduga Kece mengalami DBD atau tifus, yang diperparah penyakit bawaan gula yang mencapai 458.

"MKC butuh darah sejenis untuk segera dilakukan transfusi darah untuk menyelamatkan nyawa MKC. Mohon doa dan dukungan rekan rekan, agar mukizat kesembuhan oleh Tuhan Yesus Kristus terjadi pada MKC dan keluarga," kata dia.

Diketahui, sebelumnya Kece ditangkap terkait dengan dugaan penistaan agama lewat ceramah yang ditayangkannya di YouTube. Ia ditangkap di Desa Bulang, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, Selasa 24 Agustus 2021.

Kece dijerat pasal berlapis, Pasal 28 Ayat 2 dan Junto Pasal 45 tentang UU ITE dengan ancaman hukuman penjara 6 tahun, dan Pasal 156 huruf A tentang Penodaan Agama.