IFBC Banner

Kasus 3 Anggota TNI Buang Sejoli ke Sungai, Letjen Chandra Sukotjo: Hukum Tak Pandang Bulu!

Senin, 27 Desember 2021 – 18:07 WIB

Korban kecelakaan Handi dan Salsa (Foto: Istimewa)

Korban kecelakaan Handi dan Salsa (Foto: Istimewa)

JAWA BARAT, REQnews - Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad) Letjen TNI Chandra W Sukotjo menyatakan bahwa dalam penegakan hukum, pihaknya tak akan pandang bulu.

Termasuk terhadap tiga oknum TNI AD yang terlibat tabrakan yang menewaskan dua orang di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. "Penegakan hukum tidak pandang bulu,” kata Letjen Chandra di Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin 27 Desember 2021.

Ketiga oknum anggota TNI yang terlibat tabrakan itu memiliki pangkat kopral hingga kolonel yaitu Kolonel P, Kopral Satu (Koptu) DA, dan Kopral Dua (Kopda) A. “Siapa pun, apa pun pangkatnya, yang melakukan tindak pidana akan mendapatkan ganjaran setimpal," kata Chandra.

Ia menyebut bahwa penegasan tersebut telah mendapatkan dukungan dari Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Dudung Abdurachman dan Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa.

Letjen Chandra menyebut bahwa aksi tiga oknum tersebut tidak memiliki sikap perikemanusiaan. Terhadap tiga oknum TNI AD itu, pihaknya menerapkan Pasal 340 Juncto Pasal 338 KUHP serta pasal-pasal lainnya. 

Karena menurutnya, pasal yang dilanggar oleh tiga oknum tersebut sudah cukup berat. "Ini sudah merupakan pasal yang berat sesuai dengan nanti kita lihat hasil pemeriksaan," katanya.

Terkait dengan kasus tersebut, saat ini pihaknya masih melakukan penyidikan untuk mengungkap motifnya. "Kita lihat hasil pemeriksaan, siapa yang menjadi otak di belakangnya untuk memberikan motivasi guna melakukan tindakan yang tidak berperikemanusiaan ini," ujarnya.

Diketahui, Handi (16) dan Salsabila (14) menjadi korban kecelakaan yang melibatkan tiga oknum anggota TNI AD pada 8 Desember 2021. Kedua korban diduga dibawa oleh tiga oknum anggota TNI tersebut lalu hilang secara misterius.

Beberapa hari kemudian pada 11 Desember 2021, mayat Handi-Salsa ditemukan di Sungai Serayu, Jawa Tengah. Pelaku diduga kuat sengaja membuang tubuh dua sejoli tersebut ke sungai.

Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Pol dr Summy Hastry mengungkap fakta baru terkait kasus kematian keduanya. Hastry mengatakan, Salsabila dipastikan meninggal sesaat setelah kecelakaan terjadi di Nagreg. Sebab, ditemukan luka parah di bagian kepala akibat benturan keras.

"Dari luka-luka yang kita periksa (jenazah) wanita waktu ditemukan sudah dalam kondisi meninggal di tempat kejadian atau di TKP. Karena luka-lukanya ada di kepala bagian belakang sampai depan itu parah dan dicek patah tulang tengkorak bawah. Sehingga. saya yakin mati di tempat waktu kejadian (tabrakan)," ujar dr Hastry kepada wartawan di Semarang, Kamis 23 Desember 2021.

Sementara, Handi Harisaputra diduga dibuang dalam kondisi hidup. Sebab, menurutnya saat dilakukan autopsi, pihaknya menemukan saluran napas Handi dipenuhi pasir. "Kalau yang pria waktu kita periksa dengan lengkap luar dan dalam kita temukan tanda-tanda pasir atau air sungai di saluran napas sampai paru-paru. Jadi itu membuktikan waktu dia dibuang, dia masih keadaan hidup atau mungkin karena memang tidak sadar waktu itu," kata dia.

Namun, Hastry enggan berspekulasi terkait lokasi pembuangan mayat korban. Menurutnya, itu memang kewenangan penyidik dari Polda Jabar. "Kalau perempuan memang mati di Jabar dan dibuang dalam keadaan meninggal. Yang laki-laki dibawa dalam keadaan hidup dan dibuang dalam keadaan hidup. Tapi di air di sungai dari aliran mana pun saya nggak tahu asalnya, pertama dibuang itu masih diselidiki oleh (Polda) Jabar dan Jateng," ujarnya.