Utang Bulog Membengkak Hingga Rp 13 Triliun, Buwas Ungkap Penyebabnya

Rabu, 29 Desember 2021 – 10:32 WIB

Beras Bulog (Foto: Istimewa)

Beras Bulog (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) mengungkapkan jumlah utang Bulog saat ini mencapai Rp 13 triliun, yang digunakan untuk belanja penyediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 1 juta ton.

"Memang utang itu harus segera dibayarkan, kalau tidak pasti Bulog rugi. Utang pokok kita Rp 13 triliun, dari beras CBP yang 1 juta ton itu kan belanjanya dari utang," kata Buwas dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bulog, Selasa 28 Desember 2021.

Ia menyebut bahwa bunga yang ditanggung akan semakin besar jika utang tak kunjung dibayarkan. Jumlah tersebut terus menggunung karena pemerintah belum membayar utang ke Bulog sebesar Rp 4,5 triliun, terkait dengan penyediaan bantuan beras PPKM dan bansos rastra.

Meskipun Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah siap membayar, tetapi pembayarannya masih terkendala karena adanya Peraturan Kementerian Sosial atau Permensos yang harus diubah.

"Utangnya hampir Rp 4,5 triliun. Sampai saat ini negara atau melalui Kemenkeu sudah siap membayar, tapi persyaratan belum terpenuhi, ada peraturan menteri yang harus diubah jadi belum bisa disalurkan atau dibayar," katanya.

Buwas berharap agar mekanisme dan regulasi penyediaan CBP ini bisa diubah ke depannya. "Begitu selesai, maka pemerintah langsung membayar sejumlah 1 juta ton. Jadi Bulog tidak ada utang, tidak ada bunga. Kita hanya menagih ke negara, mungkin transportasi kalau ada penyaluran, perawatannya kalau perlu dirawat, dan cost-cost lainnya," ujarnya.

Saat ini, Buwas mengatakan bahwa hingga kini pihaknya telah menyempaikan kepada pemerintah supaya ada perubahan regulasi. "Sehingga Bulog tidak seperti sekarang berulang-ulang terikat dengan utang dan terbebani utang," kata Buwas.