Israel Siapkan Skenario Serang Iran, tapi Meragukan Hasilnya

Kamis, 30 Desember 2021 – 12:22 WIB

Foto: thedefensepost.com

Foto: thedefensepost.com

Tel Aviv, REQNews.com -- Israel dikabarkan mempersiapkan beberapa skenario menyerang Iran, tapi perencana militer memperingatkan hasil tindakan itu sulit diprediksi.

Surat kabar Haaretz memberitakan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengalokasikan sembilan miliar shekel, atau Rp 41,3 triliun, untuk mempersiapkan kemungkinan menyerang Iran.

IDF dikabarkan telah memperoleh senjata canggih, melatih Angkatan Udara (AU), dan memilih target serangan dalam beberapa bulan terakhir.

Laporan itu menyebutkan IDF siap menyerang setelah mendapat persetujuan. Serangan terhadap Iran dipastikan menghadirkan sejumlah konsekuensi, pecahnya pertempuran dengan Hezbollah di Lebanon dan Hamas di Gaza.

IDF mencatat Iran memperluas susunan pertahanan udara dalam beberapa tahun terakhir, yang akan memperumit serangan udara. Tehran secara signifikan meningkatkan persenjataan rudal jarak jauh, yang mampu menjangkau semua sasaran di Israel.

Penilaian intelejen militer Israel menyebutkan Iran mampu mengembangkan bom nuklir dalam dua tahun jika memiliki niat melakukannya. Israel memperingatkan tidak akan membiarkan Iran melakukannya.

IDF tampaknya sedang bekerja memperkuat hubungan pertahanan dengan Mesir, Yordania, Siprus, Yunani, dan beberapa negara Teluk, melalui pengumpulan intelejen dan operasi kontra-terorisme.

Pejabat Israel dikabarkan mengatakan kerja sama ini akan memberi legitimasi lebih besar untuk potensi menyerang Iran.

Pertimbangan lain adalah kemampuan Hezbollah meningkatkan kemampuan rudal presisi, meski ada tindakan keras Israel terhadap pengiriman amunisi.

IDF juga diperingatkan betapa mereka gagal melumpuhkan roket jarak jauh Hamas selama pertempuran Mei 2021 lalu. Hamas diperkirakan terus membangun fasilitas produksi roketnya.

Awal bulan lalu, Menhan Israel Benny Gantz mengatakan telah mempertahu pejabat AS bahwa Israel sedang mempersiapkan serangan terhadap Iran.

Pejabat senior Iran mengatakan Israel tidak mungkin bertindak tanpa restu Washington.