Ditunjuk Jadi Ketua Kelompok Ahli, Ini 'Misi Khusus' yang Ditugaskan BNPT ke Habib Luthfi

Minggu, 02 Januari 2022 – 09:13 WIB

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) (Foto: Istimewa)

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus berusaha membuat berbagai program untuk mencegah dan mengatasi persoalan radikalisme dan terorisme di Indonesia. Salah satunya yang terbaru yakni melibatkan tokoh agama Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya atau yang akrab disapa Habib Luthfi sebagai Ketua Kelompok Ahli BNPT.

Penunjukkan Habib Luthfi sebagai Ketua Kelompok Ahli BNPT bersamaan dengan pembentukan gugus tugas pemuka agama atau ulama oleh BNPT. Bukan tanpa tujuan, para ulama diharapkan perannya dalam penanggulangan terorisme di Indonesia lewat pembentukan Gugus Tugas tersebut.

Menurut Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar tokoh agama akan sangat berperan dalam mengajarkan pemahaman agama yang moderat serta menjunjung nilai-nilai kebangsaan.

"Diharapkan komunikasi dua arah dengan tokoh lintas agama melahirkan sebuah pemahaman bahwa terorisme ideologi berbasis kekerasan, anti kepada nilai luhur bangsa kita," ucap Komjen Pol Boy Rafli Amar dalam keterangannya, Sabtu 1 Desember 2021.

Penetapan Habib Luthfi sebagai Ketua Kelompok Ahli BNPT juga bersamaan dengan kunjungan Boy ke Anggota Dewan Pertimbangan Presiden periode 2019-2024 itu pada Kamis 30 Desember 2021.

Habib Luthfi memandang pokok permasalahan terorisme penyebabnya bisa multifaktor. Mulai dari latar belakang sosial, pola pergaulan di tengah masyarakat, hingga kemajuan teknologi.

Dia mengamini, peran penting tokoh agama dan masyarakat dalam mencegah penyebaran paham radikal terorisme sangat dibutuhkan. Sebab, tokoh-tokoh agama dekat dengan masyarakat sehingga pesan-pesan agama yang moderat lebih mudah diterima.

"Tema-tema agama bahwa pemerintahan sudah tidak sesuai lagi dengan apa yang kita anut, bisa melalui hp ke hp, pertemuan ke pertemuan, dengan mudahnya masyarakat termakan oleh hal-hal demikian," kata Habib Luthfi.