IFBC Banner

Rekonstruksi Digelar, Warga Teriaki 3 Oknum TNI Tabrak Lari Sejoli di Nagreg

Senin, 03 Januari 2022 – 14:18 WIB

Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) menggelar rekonstruksi kecelakaan lalu lintas di Nagreg, Garut, Jawa Barat, Senin 3 Desember 2021 (Foto: Istimewa)

Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) menggelar rekonstruksi kecelakaan lalu lintas di Nagreg, Garut, Jawa Barat, Senin 3 Desember 2021 (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) menggelar rekonstruksi kecelakaan lalu lintas di Nagreg, Garut, Jawa Barat yang menewaskan Handi Saputra (18) dan Salsabila (14).

Dalam keadaan tangan diborgol tersangka melakoni proses rekonstruksi, Senin 3 Desember 2021.

Adapun tiga oknum TNI tersangka kasus terbunuhnya sejoli tersebut yaitu Kolonel Infanteri Priyanto, Kopda DA dan Kopda A. 

Sebelum rekonstruksi dimulai, sejak pagi sejumlah warga setempat sudah berkerumun hendak menyaksikan reka adegan kasus tabrak lari yang menewaskan Handi dan Salsabila itu.

Ketika Polisi Militer menggiring ketiga anggota TNI AD penabrak Handi dan Salsabila untuk melakukan rekonstruksi, warga beramai-ramai menyoraki ketiga tersangka.

Satu kendaraan replika dengan pelat nomor asli milik korban dan tersangka dihadirkan.

Pihak Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) turut menghadirkan mobil hitam berpelat nomor B-300-Q milik tersangka dan sepeda motor berpelat nomor D-2000-RS, serta dua manekin memerankan Handi-Salsa.

Saat keluar, mereka masih mengenakan baju tahanan berwarna kuning dan memakai masker.  Adegan demi adegan diperlihatkan.

Mereka hanya bisa tertunduk ketika melakukan proses adegan kejadian tersebut.


Kasus ini berawal ketika mobil yang ditumpangi tiga oknum prajurit TNI tersebut menabrak Handi dan Salsa di Nagreg, Kabupaten Bandung, Rabu 8 Desember 2021 sore. Mereka mengangkut dan membawa tubuh Handi-Salsa ke dalam mobil bercat hitam itu.

Kolonel Priyanto dan dua kawannya itu langsung tancap gas ke arah Limbangan dengan alasan akan membawa sejoli tersebut ke rumah sakit. Beberapa hari kemudian, mayat Handi-Salsa ditemukan di Sungai Serayu, Jawa Tengah.

Sebelumnya diberitakan, insiden kecelakaan yang menewaskan sejoli di Nagreg, perbatasan antara Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung, Rabu 8 Desember 2021 membuat geger publik. Pasalnya, keduanya sempat hilang misterius selama sepekan. Sampai akhirnya Handi dan Salsabila ditemukan tewas di lokasi berbeda. 

Dua jasad yang merupakan pasangan sejoli itu dibuang di Cilacap dan Banyumas. 

Kasus tersebut pun terungkap, sejoli itu ternyata korban kecelakaan di Kabupaten Bandung. Jasadnya lalu dibuang di dua Kabupaten di Jawa Tengah. 

Jasad Handi Saputra ditemukan warga di Sungai Serayu, wilayah Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Sabtu 11 Desember 2021. Sedangkan, mayat Salsabila ditemukan di aliran Sungai Serayu, wilayah Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, di waktu yang hampir bersamaan.


Hasil pemeriksaan, ternyata pelakunya adalah oknum anggota TNI Angkatan Darat (AD).