Soal Penempatan Novel Baswedan Dkk, Kombes Trunoyudo Cuma Bilang Begini

Senin, 03 Januari 2022 – 15:10 WIB

Analis Kebijakan Madya Bidang Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko (Foto: Hastina/REQnews)

Analis Kebijakan Madya Bidang Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQnews - Analis Kebijakan Madya Bidang Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan terkait penempatan eks pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Polri.

 

"Untuk posisi ASN yang telah diangkat eks pegawai KPK tentu sudah mengikuti pendidikan dan pembinaan di Pusdikmin Polri Bandung. Yang kemudian tentunya dalam penempatan posisinya akan disampaikan lebih lanjut setelah awal pengangkatan sampai dengan pendidikan ini," kata Trunoyudo di Humas Polri pada Senin 3 Januari 2021.

 

Terkait dengan penempatan, Trunoyudo mengatakan akan menjadi suatu keputusan yang sudah ditentukan berdasarkan pada proses. "Pertama kompetensi, sesuai dengan apa kompetensi yang dimiliki seluruh eks pegawai KPK yang sudah diangkat secara khusus dalam pengangkatan ASN di Polri," kata dia. 

 

Seluruh eks pegawai KPK yang telah diangkat menjadi ASN Polri, telah mendapatkan pendidikan dan pembinaan selama dua Minggu, dan kini telah selesai. "Kemarin sudah berjalan selama dua Minggu, dan kita juga sebagai tempat, namun penyelenggaranya adalah dari Lembaga Adminsirtasi Negara," katanya. 

 

Terkait dengan posisi dari masing-masing pegawai, Trunoyudo mengatakan akan disampaikan lebih lanjut. Termasuk dengan apakah ada potensi para pegawai ditempatkan di divisi selain Tipikor. "Nanti akan kita sampaikan secara lebih lanjut, karena banyak, ada beberapa sakate yang mungkin bisa berbeda-beda," ujarnya.

 

Ditempat yang berbeda, Mantan Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) Yudi Purnomo Harahap mengatakan siap menerima perintah dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia.

 

"Ini hari pertama kerja di kepolisian, dan tadi sudah mendapatkan sambutan yang ramah dari temen-temen Direktorat Tipikor dan ada pak direkturnya juga. Mungkin hari ini kita akan lebih banyak arahan-arahan. Tapi yang jelas tadi semuanya merupakan orang yang sudah kami kenal, karena dulunya mereka penyidik-penyidik KPK juga," kata Yudi kepada wartawan di Mabes Polri pada Senin 3 Januari 2022.

 

Yudi mengatakan bahwa dirinya dan rekan-rekan lainnya yang bergabung di institusi Polri, memiliki tujuan untuk kepentingan bangsa dalam memberantas tindak pidana korupsi di Indonesia. "Sehingga kami mohon doa juga, baik temen-temen dan seluruh rakyat Indonesia agar impian kita Indonesia bebas dari korupsi bisa tercapai," kata dia.

 

Ia pun siap menerima tugas dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi. "Tentu saja, sekali lagi bahwa ini semua merupakan kerja bersama, dan saat ini kami siap untuk menerima perintah penugasan dari Pak Kapolri, seperti apa yang harus kami lakukan untuk kedepannya seperti itu," ujarnya.

 

Sementara eks penyidik senior KPK, Novel Baswedan mengatakan bahwa di hari pertama kerja dirinya masih menyesuaikan, serta mempelajari secara detail terkait pekerjaan yang akan ditangani. "Barangkali belum banyak yang bisa dikerjakan. Tentunya sebagaimana yang disampaikan oleh mas Yudi ya bahwa semuanya berjalan dengan baik, terus hubungan kami dengan temen-temen Tipikor juga selama ini juga baik," kata Novel. 

 

Novel menyebut soal bergabungnya di institusi Polri, sebagai satu hal yang positif dan baik. "Ya perasaannya, tentunya kami melihat ini sebagai hal yang positif dan baik. Tentunya kami tidak bicara soal perasaan ya, karena kepentingan kebaikan lebih dikedepankan," kata dia. 

 

Terkait dengan posisi, ia mengatakan bertugas untuk melakukan pencegahan tindak pidana korupsi. "Posisinya sebagaimana pernah kami ceritakan, alami diberikan tugas untuk melakukan tugas-tugas melakukan pencegahan tindak pidana korupsi. Nanti polanya seperti apa, ini sedang dibicarakan," lanjutnya. 

 

Lebih lanjut, Novel menyebut bahwa target yang akan dilakukan tak ada kaitannya dengan pribadi, namun semuanya bergantung pada institusi Polri. "Nggak (target pribadi), kalo target semuanya dari institusi Polri. Kami tidak melakukan dalam prespektif pribadi atau kelompok, tapi dalam prespektif institusi," ujarnya.