IFBC Banner

Pemerintah Ubah Aturan Perjalanan Luar Negeri Januari 2022, Cek di Sini Lengkapnya

Senin, 03 Januari 2022 – 22:02 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah telah mengubah waktu karantina warga yang datang dari luar negeri.

IFBC Banner


Pada aturan sebelumnya, warga yang melakukan perjalanan dari luar negeri wajib dikarantina 10 atau 14 hari, tergantung negara asal kedatangannya. Namun, kini diubah lebih singkat.

 

"Tadi diputuskan karantina yang 14 hari menjadi 10 hari, dan yang 10 hari menjadi 7 hari," kata Luhut di Jakarta, Senin 3 Januari 2022.

Sementara untuk kasus Covid-19 di Indonesia, Luhut memastikan dalam angka yang baik, bahkan ada dua hari dengan nol kasus kematian.

"Kita baru selesai ratas dipimpin oleh Bapak Presiden. Semua angka-angka membaik, yang pertama mungkin ada dua hari berselang kasus kematian tidak ada dalam kasus Covid ini, yaitu tanggal 26 dan tanggal 2. Jadi zero death," ujar Luhut.

Aturan karantina 10 atau 14 hari diatur dalam SK Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pintu Masuk (Entry Point), Tempat Karantina, dan Kewajiban RT-PCR bagi Warga Negara Indonesia Pelaku Perjalanan Luar Negeri. SK tersebut ditandatangani per 1 Januari 2022.

WNI pelaku perjalanan dari luar negeri wajib karantina 14 hari jika negara asal kedatangan memiliki kriteria sebagai berikut:

a. Telah mengonfirmasi transmisi komunitas varian baru SARS-CoV-2 B.1.1.529;

b. Secara geografis berdekatan dengan negara transmisi komunitas kasus varian baru SARS-CoV-2 B.1.1.529; dan

c. Jumlah kasus konfirmasi SARS-CoV-2 B.1.1.529 lebih dari 10.000 kasus.

Sedangkan, negara yang tidak memiliki kriteria di atas wajib menjalani masa karantina selama 10 hari.

Selain itu, surat keputusan tersebut mengatur ketentuan pelaku perjalanan yang bisa menempati tempat karantina terpusat, di antaranya:

a. Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Indonesia untuk menetap minimal 14 (empat belas) hari di Indonesia;
b. Pelajar/Mahasiswa yang kembali ke Indonesia setelah menamatkan pendidikan atau melaksanakan tugas belajar di luar negeri;
c. Pegawai Pemerintah yang kembali ke Indonesia setelah melaksanakan perjalanan dinas ke luar negeri; dan
d. Perwakilan Indonesia dalam ajang perlombaan atau festival tingkat internasional.