IFBC Banner

Polisi Cecar 52 Saksi dalam Kasus Hoaks Ceramah Bahar bin Smith

Selasa, 04 Januari 2022 – 16:10 WIB

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan (Foto: Hastina/REQnews)

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQnews - Polda Jawa Barat telah melakukan pemeriksaan terhadap 52 orang saksi terkait dengan kasus penyiaran berita bohong yang diduga dilakukan Bahar bin Smith dalam ceramahnya pada 11 Desember 2021 di Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

IFBC Banner


 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas Divisi Humas Polri), Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan Polda Jawa Barat telah menetapkan tersangka terhadap Bahar bin Smith dan Tatan Rustandi penyebar dan pemilik akun YouTube yang mengunggah video ceramahnya.  

 

Ahmad menyebut hingga saat ini penyidik masih melakukan proses pengembangan kasus tersebut. "Proses ini seperti kita ketahui seperti LP (Laporan Polisi) yang dilaporkan di Polda Metro Jaya pada tanggal 17 Desember 2021 yang lalu. Kemudian dilimpahkan ke Polda Jabar, kenapa dilimpahkan ke Polda Jabar? Mengingat tempat kejadian perkara dan saksi-saksi ada di wilayah hukum Polda Jawa Barat," kata Ahmad di Mabes Polri pada Selasa 4 Januari 2022.

 

Dalam laporan polisi, Ahmad mengatakan dalam ceramah Bahar bin Smith telah menyiarkan berita bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan masyarakat. Atas perbuatannya itu, keduanya disangkakan pasal 14 ayat 1 dan pasal 15 ayat 1 UU No 1 tahun 1946 juncto pasal 55 KUHP dan pasal 45 a ayat 2 juncto pasal 28 ayat 2 UU ITE juncto pasal 55 KUHP. 

 

"Jadi kalau bicara kronologis singkat adanya laporan polisi tentang kegiatan ceramah saudara BS (Bahar bin Smith) pada tanggal 11 Desember 2021 di Margaasih, Kabupaten Bandung. Berkaitan dengan ucapan saudara BS saat ceramah yang mengandung berita bohong, kemudian diupload oleh saudara TR (Tatan Rustandi). Jadi yang mengupload adalah saudara TR ke dalam satu akun YouTube dan selanjutnya disebarkan atau ditransmisikan sehingga viral di media sosial," kata dia. 

 

Hingga saat ini, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 33 orang saksi, dan 19 orang saksi ahli. "Jadi secara keseluruhan total 52 orang, serta penyidik telah melakukan penyitaan terhadap beberapa barang bukti sebanyak 12 item," katanya. 

 

Karena itu, kata dia, penyidik Polda Jabar melakukan pemeriksaan sebagai saksi terhadap Bahar bin Smith dan Tatan Rustandi. Berdasarkan fakta-fakta pemeriksaan dan penyidikan, kemudian dilakukan gelar perkara dan mendapati dua alat bukti yang sah sesuai dengan pasal 184 KUHP. 

 

"Dengan didukung barang bukti yang dapat dijadikan bukti untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka. Maka penyidik telah meningkatkan status BS dan TR dari saksi menjadi tersangka," kata dia. 

 

Selanjutnya, polisi melakukan penangkapan dan penahanan terhadap keduanya. Ahmad mengatakan bahwa alasan subyektif penahanan dilakukan karena penyidik mengkhawatirkan Bahar dan Tatan mengulangi tindak pidana dan menghilangkan barang bukti.

 

"Sedangkan alasan objektifnya adalah, pasal yang disangkakan kepada kedua tersangka di atas 5 tahun. Jad ada dua alasan yang pertama alasan subyektif, yang kedua alasan objektif," ujar Ahmad.