IFBC Banner

Cerita Saksi Meringankan Bikin Azis Syamsuddin Menangis, Ternyata Sedih Banget

Kamis, 06 Januari 2022 – 22:23 WIB

Azis Syamsuddin (Foto: Istimewa)

Azis Syamsuddin (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Suasana ruang persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Kamis 6 Januari 2022 diselimuti rasa haru. Azis Syamsuddin yang duduk di kursi terdakwa tampak menangis mendengar cerita saksi meringankan atau saksi a de charge seorang warga dari Lampung Timur, Yanti Sumiati.

IFBC Banner


Seperti diketahui, Azis Syamsuddin didakwa memberi suap ke mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju alias Robin dan Maskur Husain sekitar Rp 3,6 miliar.

Jaksa mengatakan Azis memberi suap itu dengan maksud agar AKP Robin selaku penyidik KPK saat itu mengurus kasus yang melibatkan namanya dan Aliza Gunado. Azis disebut jaksa memberi suap agar dia dan Aliza Gunado tidak menjadi tersangka KPK berkaitan dengan kasus DAK Lamteng 2017.

Yanti mengungkapkan saat hendak melahirkan, janin dalam perutnya itu divonis hydromakoli, kemudian saat itu dokter menyarankan dia melakukan operasi di RS besar di Bandar Lampung.

Saat itu kata Yanti, dia tidak memiliki biaya untuk melakukan operasi. Kemudian, dia bercerita ke tetangganya dan tetangganya itu membagikan cerita Yanti itu ke media sosial. Tidak lama kemudian, kata Yanti, dia ditelepon orang bernama Rika, yang dia ketahui belakangan sebagai orangnya Azis.

Azis membantunya membayar biaya operasi melahirkan.

Menurut Yanti, Azis adalah 'malaikat' yang dikirim Tuhan saat dia kesusahan.

"Dari pertama kali anak saya ditangani, saya ingin terima kasih langsung ke Pak Azis. Saya ingin beri ucapan langsung biar hati ini plong, ingin sekali ucapkan terima kasih langsung. Bagi saya Pak Azis adalah malaikat yang dikirim langsung oleh Allah, kalau seandainya tidak ada yang nolong saya, nyawa anak saya nggak bisa tertolong, karena ada buktinya," kata Yanti dalam sidang sambil menangis.

Ketika Yanti menceritakan ini, Azis di kursi terdakwa terlihat menitikkan air mata. Sesekali dia mengusap matanya dengan tisu.

 

Pengacara Azis, Rivai Kusumanegara sebelum persidangan mengungkapkan alasannya mengajukan saksi ini karena ingin menunjukkan Azis kerap membantu tanpa pamrih. Dia berharap ini menjadi salah satu keringanan hukuman Azis.

"Sebelum masuk pertanyaan, izinkan kami beri gambaran bahwa saksi a de charge kami ajukan untuk menjelaskan bahwa terdakwa kerap melakukan kegiatan sosial dan kemanusiaan yang tidak berpamrih atau memiliki kepentingan. Dengan harapan sidang ini dapat melihat terdakwa secara utuh, sesuai kata-kata bijak terkadang kita tak bisa ukur baju orang di badan kita sendiri," ucap Rivai.