Brigjen Ahmad Kasih Bocoran soal Penempatan Novel Baswedan Dkk, Polri Bakal Buat Kortas Baru?

Jumat, 07 Januari 2022 – 12:02 WIB

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan (Foto: Hastina/REQnews)

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQnews - Mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dan 43 rekan lainnya bakal ditempatkan di Korps Pemberantas Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan Kortas Tipikor tersebut masih dalam pembahasan di internal Polri. Sementara menunggu pembentukannya, maka 44 Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut akan ditempatkan di Satgas Pencegahan Korupsi.

“Sebelum Kortas Tipikor terbentuk, maka dalam waktu dekat akan dibentuk Satgas Pencegahan Tipikor. 44 ASN lingkungan Polri, akan bekerja di Satgas Penanganan Korupsi,” kata Ahmad di Gedung Humas Polri pada Kamis 6 Januari 2022.

Ahmad mengatakan bahwa nantinya para pegawai tersebut akan ditempatkan sesuai dengan kompetensinya. "Nanti itu tunggu Kortas Tipikor terbentuk. Tentu sesuai dengan kompetensinya. Kita akan lihat apakah dia sebagai penyidik, nanti kita akan lihat," ujarnya.

Sebelumnya, di hari pertama kerja di institusi Polri, Mantan Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) Yudi Purnomo Harahap mengatakan siap menerima perintah dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia.

"Ini hari pertama kerja di kepolisian, dan tadi sudah mendapatkan sambutan yang ramah dari temen-temen Direktorat Tipikor dan ada pak direkturnya juga. Mungkin hari ini kita akan lebih banyak arahan-arahan. Tapi yang jelas tadi semuanya merupakan orang yang sudah kami kenal, karena dulunya mereka penyidik-penyidik KPK juga," kata Yudi kepada wartawan di Mabes Polri pada Senin 3 Januari 2022.

Yudi mengatakan bahwa dirinya dan rekan-rekan lainnya yang bergabung di institusi Polri, memiliki tujuan untuk kepentingan bangsa dalam memberantas tindak pidana korupsi di Indonesia. "Sehingga kami mohon doa juga, baik temen-temen dan seluruh rakyat Indonesia agar impian kita Indonesia bebas dari korupsi bisa tercapai," kata dia.

Ia pun siap menerima tugas dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi. "Tentu saja, sekali lagi bahwa ini semua merupakan kerja bersama, dan saat ini kami siap untuk menerima perintah penugasan dari Pak Kapolri, seperti apa yang harus kami lakukan untuk kedepannya seperti itu," ujarnya.

Sementara eks penyidik senior KPK, Novel Baswedan mengatakan bahwa di hari pertama kerja dirinya masih menyesuaikan, serta mempelajari secara detail terkait pekerjaan yang akan ditangani. "Barangkali belum banyak yang bisa dikerjakan. Tentunya sebagaimana yang disampaikan oleh mas Yudi ya bahwa semuanya berjalan dengan baik, terus hubungan kami dengan temen-temen Tipikor juga selama ini juga baik," kata Novel. 

Novel menyebut soal bergabungnya di institusi Polri, sebagai satu hal yang positif dan baik. "Ya perasaannya, tentunya kami melihat ini sebagai hal yang positif dan baik. Tentunya kami tidak bicara soal perasaan ya, karena kepentingan kebaikan lebih dikedepankan," kata dia. 

Terkait dengan posisi, ia mengatakan bertugas untuk melakukan pencegahan tindak pidana korupsi. "Posisinya sebagaimana pernah kami ceritakan, alami diberikan tugas untuk melakukan tugas-tugas melakukan pencegahan tindak pidana korupsi. Nanti polanya seperti apa, ini sedang dibicarakan," lanjutnya. 

Lebih lanjut, Novel menyebut bahwa target yang akan dilakukan tak ada kaitannya dengan pribadi, namun semuanya bergantung pada institusi Polri. "Nggak (target pribadi), kalo target semuanya dari institusi Polri. Kami tidak melakukan dalam prespektif pribadi atau kelompok, tapi dalam prespektif institusi," ujarnya.