IFBC Banner

Ferdinand Ngaku Sakit saat Unggah Cuitan "Allahmu Lemah," Begini Katanya

Senin, 10 Januari 2022 – 15:06 WIB

Pegiat Media Sosial, Ferdinand Hutahaean (Foto: Istimewa)

Pegiat Media Sosial, Ferdinand Hutahaean (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Ferdinand Hutahaean mendatangi Bareskrim Polri dengan membawa alat bukti sebuah cacatan riwayat kesehatan terkait laporan kasus diduga bermuatan SARA yang dituduhkan kepada dirinya pada Senin 10 Januari 2022.

Ferdinand mengaku saat mengunggah tweet tersebut, ia sedang sakit sehingga terjadi perdebatan dalam pikirannya, yang dituangkan dalam cuitan dan menjadi viral. "Saya membawa salah satunya bukti riwayat kesehatan saya," kata Ferdinand di Lobi Bareskrim Polri pada Senin 10 Januari 2022.

"Yang memang ini lah penyebabnya bahwa yang saya sampaikan dari kemarin bahwa saya itu menderita sebuah penyakit sehingga timbulah percakapan antara pikiran dengan hati," lanjutnya.

Menurutnya, penyakit tersebut cupuk mengkhawatirkan, namun saat mengunggah tweet tersebut dirinya masih dalam keadaan sadar. "Kalau dibilang tidak dalam keadaan sadar tidak juga. Tapi permasalahan pribadi saya membuat pikiran saya dengan hati saya itu terjadi perdebatan lah," kata dia.

Ia menyebut bahwa saat itu dalam pikirannya bahwa ada kemungkinan dirinya akan segera meninggal dunia. "Panjang sebetulnya perdebatannya tapi saya hanya mencuit singkat karena saya juga tidak ingin orang tahu tentang saya. Tapi karena ini sudah menjadi konsumsi publik ya akhirnya saya juga harus menjelaskan realita sesungguhnya," katanya.

Ferdinand mengatakan bahwa cuitan tersebut tak bemaksud untuk menyerang pihak manapun, karena hanya percakapan antara hati dan pikirannya saja. "Jadi mu dan ku-nya itu adalah pikiran dan hati saya, tidak untuk pihak lain sama sekali," ujar dia.

Sebelumnya, Ferdinand Hutahaean menjadi perbincangan hangat terkait dengan cuitannya dan menimbulkan kemarahan masyarakat. Bahkan #TangkapFerdinand menjadi trending di media sosial Twitter.

"Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa maha segalanya," kata Ferdinand dalam cuitan di akun Twitternya @FerdinandHaean3 dikutip pada Kamis 6 Januari 2022.

Meskipun Ferdinand sudah menghapus cuitan tersebut, namun jejak digitalnya tak bisa dihilangkan. Ferdinand pun kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian oleh seseorang berinisial HP terkait dengan dugaan tindak pidana menyebarkan informasi, pemberitaan bohong (hoaks) yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat.