Ferdinand Bakal Ajukan Penangguhan Penahanan? Ini Kata Kombes Hendra

Selasa, 11 Januari 2022 – 18:20 WIB

Juru Bicara Divisi Humas Polri Kombes Hendra Rochmawan (Foto: Humas Polri)

Juru Bicara Divisi Humas Polri Kombes Hendra Rochmawan (Foto: Humas Polri)

JAKARTA, REQnews - Bareskrim Polri mengatakan belum menerima permohonan penangguhan penahanan terkait dengan penahanan pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean dalam kasus dugaan ujaran kebencian yang bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Juru Bicara Divisi Humas Polri Kombes Hendra Rochmawan mengatakan pihaknya hingga saat ini masih fokus melakukan pemeriksaan terhadap Ferdinand Hutahaean sebagai tersangka.

"Untuk penerimaan pengajuan itu belum ada, saat ini kita masih fokus pada pemeriksaan lanjutan yang tadi malam sempat tertunda," kata Hendra di Gedung Humas Polri pada Selasa 11 Januari 2022.

Ia menyebut bahwa jika Ferdinand mengirimkan surat penangguhan penahanan, pihaknya akan mengkaji permohonan tersebut. "Nanti kalau ada pengajuan dan lain-lainnya nanti akan konfirmasikan dan kita asesmen oleh yang bersangkutan. Ada tim sendiri yang akan menilai," katanya.

Hendra mengatakan bahwa sebelumnya pada Senin 10 Januari 2022, mantan politikus Partai Demokrat tersebut juga telah dilakukan pemeriksaan. "Tadi malam pada pukul 10.30 sampai dengan 21.30 saudara FH sudah diperiksa dan dijadwalkan untuk diperiksa kembali," kata dia.

Kepolisian, kata dia, seharusnya masih melakukan pemeriksaan terhadap Ferdinand pada kemarin malam. Namun, penyidik memberikan kesempatan Ferdinand untuk istirahat, dan dilanjutkan pada hari ini.

Karena menurutnya, pihak penyidik masih membutuhkan keterangan Ferdinand terkait dengan perkara yang menjeratnya. "Karena masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang belum tersampaikan nanti malam dan yang bersangkutan untuk meminta istirahat terlebih dulu," kata dia.

Sebelumnya, Ferdinand Hutahaean menjadi perbincangan hangat terkait dengan cuitannya dan menimbulkan kemarahan masyarakat. Bahkan #TangkapFerdinand menjadi trending di media sosial Twitter.

"Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa maha segalanya," kata Ferdinand dalam cuitan di akun Twitternya @FerdinandHaean3 dikutip pada Kamis 6 Januari 2022.

Polisi pun telah menetapkan Ferdinand sebagai tersangka dan melakukan penahanan terkait dengan kasus ujaran kebencian mengandung SARA. Hingga kini, 38 saksi yang terdiri dari 17 saksi dan 21 saksi ahli telah diperiksa.

Karena perbuatannya itu, Ferdinand dijerat dengan Pasal 14 ayat (1) dan (2) KUHP dan Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pasal tersebut yaitu terkait dengan pelanggaran bermuatan ujaran kebencian yang berpotensi menimbulkan keonaran.