Atensi Jokowi Ikut Jadi Alasan Ustaz Cabul Herry Wirawan Dituntut Hukuman Mati

Selasa, 11 Januari 2022 – 22:01 WIB

Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo

JAKARTA, REQnews - Ustaz cabul Herry Wirawan telah dituntut hukuman mati dan kebiri oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa 11 Januari 2022.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat Asep N Mulyana yang bertindak sebagai JPU, membeberkan sejumlah alasan kenapa tuntutan hukuman mati pantas untuk Herry, di antara alasannya adalah karena disebut sebagai kejahatan sangat serius serta perhatian Presiden Joko Widodo.

"Kami telah membacakan tuntutan pidana kami atau requisitor kami yang tebalnya lebih dari 300 halaman, tapi tadi kami tidak bacakan semuanya, mengingat efisiensi dari tuntutan kami itu. Ada beberapa yang disampaikan, pertama kami simpulkan perbuatan terdakwa ini sebagai kejahatan sangat serius, the most serious crime," kata Asep.

Ia menjelaskan, Herry benar-benar keji karena melakukan kekerasan seksual pada anak didiknya dalam kondisi tidak berdaya. Perkosaan yang dilakukannya juga berbahaya bagi para korban yang masih di bawah umur.

"Kekerasan seksual terdakwa ini berpotensi membahayakan anak-anak perempuan, usia di bawah 17 tahun. Bukan hanya membahayakan kesehatan fisik anak perempuan yang hamil, tetapi juga berpotensi menularkan penyakit HIV, kanker serviks," ujar dia.

"Yang menjadi alasan pemberat kami terdakwa menggunakan simbol-simbol agama dan pendidikan untuk memanipulasi dan menjadikan alat justifikasi terdakwa untuk mewujudkan niat jahatnya. Jadi inilah yang kemudian membuat anak-anak itu terperdaya, karena manipulasi agama dan pendidikan. Tentu saja perbuatan itu menimbulkan dampak luar biasa, resah dan keresahan sosial. Presiden pun sudah menaruh perhatian terhadap kejahatan terdakwa," kata Asep menambahkan.

Perbuatan terdakwa berpotensi menibulkan korban ganda. Karena satu, menjadi korban kekerasan seksual, dan juga kekerasan ekonomi dan fisik, yang menimbulkan dampak sosial.