IFBC Banner

Sandiaga Minta Solusi Masalah Anjing Liar di Mandalika, Doni Herdaru Kasih Jawaban Menohok!

Kamis, 13 Januari 2022 – 21:40 WIB

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno (Foto: Istimewa)

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno (Foto: Istimewa)

MANDALIKA, REQnews - Ketua Animal Defenders Indonesia (ADI) Doni Herdaru Tona mempertanyakan kontribusi penyelenggara dan pemerintah dalam penanganan anjing-anjing liar di Sirkuit Mandalika, NTB.

Hal itu Doni katakan menanggapi permintaan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno yang menilai jika anjing-anjing tersebut bisa mengganggu ajang balapan MotoGP 2022.

Untuk itu, Sandiaga pun mengajak masyarakat serta komunitas pecinta anjing seperti K9 lovers atau animal lovers untuk turut serta bersama pemerintah setempat membantu memberi solusi soal keberadaan anjing liar tersebut.

Doni mengatakan bahwa pihaknya siap membantu untuk mengevakuasi hingga memelihara anjing-anjing liar tersebut. "Kami, elemen masyarakat, siap membantu pemerintah dan penyelenggara dalam hal ini. Kami siap bantu tangkap, evakuasi, pelihara mereka (anjing-anjing liar)," kata Doni kepada REQnews.com pada Kamis 13 Januari 2022.

Namun, dirinya juga mempertanyakan peran serta pemerintah dan penyelenggara dalam mengatasi masalah tersebut. "Apa cuma melempar tanggungjawab saja? Tentu, diharapkan, ada kolaborasi yang baik. Apakah pemberian lahan, apakah peminjaman lahan jangka panjang, pemeliharaan mereka bagaimana, dsb," katanya.

Selain itu menurutnya, ajakan Menparekraf pada masyarakat untuk ikut bersama pemerintah memberikan solusi soal anjing liar di sekitar kawasan sirkuit Mandalika merupakan tanda bahwa pemerintah dalam hal ini Dinas Peternakan dan penyelenggara event, tidak mampu mitigasi persoalannya seperti apa dan bagaimana cara menanganinya.

Doni mengatakan bahwa pemberantasan bukanlah solusi yang tepat, karena tindakan tersebut justru melanggar aturan yang ada. "Sebelumnya sudah ada Mandalika Dog Shelter yang berantakan karena ditinggalkan begitu saja," kata dia.

Karena itu, anjing-anjing terpaksa harus dilepaskan kembali karena berhentinya support pemeliharaan mereka dari pihak penyelenggara. "Seperti yang diceritakan Drh Gde dari Lombok Animal Rescue, ini tidak boleh terjadi lagi kedepannya," lanjutnya.

Lebih lanjut, pada kesempatan yang berbeda, Doni dan tim mengunjungi lokasi dan di jalan dekat kawasan Sirkuit Mandalika dan menemukan hal yang mengejutkan. "Kami menemukan beberapa anjing mati di pinggir jalan, luka tabrak dan tidak ada yang menguburkan. Ini juga akan menjadi masalah, ada penyakit yang bisa disebarkan oleh bangkai," katanya.

Untuk itu, Doni mewakili para pemerhati kesejahteraan hewan mempertanyakan balik ke pemerintah dan penyelenggara, apa yang bisa mereka berikan untuk menyelesaikan masalah yang seharusnya menjadi tanggungjawab pemerintah. "Semoga bukan sekedar lempar tanggungjawab (kepada para pemerhati kesejahteraan hewan)," ujarnya.