Ratusan Massa Adang Polisi, Polda Jatim Ancam Jemput Paksa Putra Kiai Jombang Dugaan Pencabulan

Jumat, 14 Januari 2022 – 15:02 WIB

Ilustrasi Pencabulan (Foto:Istimewa)

Ilustrasi Pencabulan (Foto:Istimewa)

 

SURABAYA, REQNews - Upaya paksa penjemputan akan dilakukan Polda Jawa Timur (Jatim) kepada putra Kiai Jombang yang melakukan pencabulan terhadap santriwati.

Upaya paksa itu dilakukan karena MSA tidak kooperatif sejak pemeriksaan awal hingga berkas kasus dinyatakan lengkap atau P21.

Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto mengatakan, berkas perkara tersangka MSA sudah dinyatakan P21 oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim pada 4 Januari lalu.

Karena itu pihaknya tinggal berkewajiban untuk menyerahkan tersangka dan barang bukti pada kejaksaan dalam status pelimpahan tahap dua.

"Kami sudah melayangkan panggilan pertama dan kedua pada tersangka (MSA)," katanya di Mapolda Jatim, Jumat 14 Januari 2022.

Totok mengungkapkan pada panggilan pertama, MSA menyatakan tidak datang dengan alasan sakit dan meminta waktu hingga 10 Januari.

Namun pada tanggal tersebut MSA juga tidak hadir dengan tanpa alasan. Pada Kamis 13 Januari 2022 lalu penyidik mendatangi kediaman dari MSA untuk menyerahkan surat panggilan pemeriksaan sebagai tersangka. Namun, kedatangan polisi mendapatkan pengadangan dari ratusan massa.

Akibat dihadang ratusan massa, akhirnya para polisi memilih balik kanan meninggalkan Ponpes yang ada di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.

"Kami berharap tersangka koopeatif, (upaya paksa) secepatnya akan kita laksanakan," tuturnya.

Diketahui, MSA dilaporkan ke polisi atas dugaan pencabulan anak di bawah umur pada 29 Oktober 2019.