Kasus Tanah Munjul, KPK Minta Notaris Yurisca Segera Kembalikan Rp10 Miliar

Jumat, 14 Januari 2022 – 17:31 WIB

Gedung KPK (Foto:Istimewa)

Gedung KPK (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Seorang notaris bernama Yurisca Lady Enggraeni diminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengembalikan dana sebesar Rp10 miliar terkait kasus pengadaan tanah di Munjul, Jakarta Timur.

"KPK mengingatkan pihak-pihak yang diduga turut menikmati uang yang berkaitan dengan perkara dimaksud agar kooperatif mengembalikan kepada kas negara," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri, Jumat, 14 Januari 2022.

Diakui Ali Fikri, sebagian dari dana tersebut sudah dikembalikan Yurisca. KPK menunggu Yurisca menuntaskan kewajibannya dengan menyetor uang melalui mekanisme yang berlaku.

Pada persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Yurisca mengakui memakai diam-diam uang yang mestinya diserahkan ke terdakwa Anja Runtuwene. Uang itu berkaitan dengan pembatalan pembelian tanah di Munjul.

Fulus senilai Rp10 miliar itu merupakan down payment (DP) yang telah diserahkan kepada Kongregasi Suster-suster Carolus Boromeus (Kongregasi Suster CB) selaku pemilik tanah yang berlokasi di Jalan Asri, Munjul, Jakarta Timur.

Tanah itu awalnya dibeli PT Adonara Propertindo dan akan digunakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai lahan hunian DP Rp0.

Namun, pihak Kongregasi Suster CB membatalkan perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) dan mengembalikan uang muka tersebut melalui Yurisca. Dia tak melaporkan ke Anja yang juga menjabat Wakil Direktur PT Adonara Propertindo.

Yurisca menggunakan uang itu untuk membayar cicilan kartu kredit hingga membeli sejumlah barang mewah. Dia harus melunasi sisa uang mencapai Rp7,6 miliar.

Jaksa penuntut umum (JPU) pada KPK telah memperingatkan terkait ancaman penggelapan uang dalam jabatan.

Yurisca diingatkan konsekuensi jika dilaporkan oleh pihak Anja terkait penggunaan uang itu dalam senyap.