Diduga Fitnah Gibran-Kaesang, Relawan Jokowi Mania Laporkan Ubedillah Badrun ke Polisi

Sabtu, 15 Januari 2022 – 13:02 WIB

Anak Presiden Joko Widodo, Gibran dan Kaesang (Foto: Istimewa)

Anak Presiden Joko Widodo, Gibran dan Kaesang (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Relawan Jokowi Mania (Joman) melaporkan Ubedillah Badrun ke Polda Metro Jaya atas dugaan fitnah kepada Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

"Hari ini tim hukum kami sudah ada menjelaskan beberapa pasal delik aduan terkait laporan palsu. Kita melaporkan Ubedillah Badrun di Pasal 317 KUHP," kata Ketua Umum Joman, Immanuel Ebenezer, di Polda Metro Jaya pada Jumat 14 Januari 2022.

Ia mengatakan bahwa pasal tersebut berbunyi, 'barang siapa dengan sengaja mengajukan pengaduan atau pemberitahuan palsu kepada penguasa, baik secara tertulis maupun untuk dituliskan, tentang seseorang sehingga kehormatan atau nama baiknya terserang diancam karena melakukan pengaduan fitnah dengan pidana paling lama 4 tahun.'

Laporan yang terdaftar di Polda Metro Jaya itu teregister dengan nomor LP/B/239/I/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA, 14 Januari 2022. Pelaporan tersebut dilakukan setelah sebelumnya Ubedillah Badrun melaporkan Gibran dan Kaesang ke KPK.

Noel menilai jika laporan tersebut hanya hoaks semata. "Karena basis laporannya berbasis kepalsuan atau hoaks. Jadi ini tidak mendidik, apalagi beliau itu kan seorang dosen intelektual, aktivis, seharusnya lebih bisa memberikan pendidikan politik kepada masyarakat," kata dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa sejumlah bukti telah diserahkan pelapor kepada penyidik. "Barang buktinya rekaman video kemudian durasi saat dia sampaikan dan itu jadi bukti-bukti kami sampaikan ke penyidik," lanjutnya.

Menurut Noel, pihaknya mungkin akan melaporkan pihak tersebut dengan pasal yang lebih berat. Namun, ada kemungkinan juga pihaknya akan mencabut laporan jika Ubedillah Badrun melakukan permintaan maaf secara terbuka kepada publik.

"Kami mau laporkan terlapor dengan pasal yang lebih berat. Tapi pertimbangannya hari ini kita melihat memberikan kesempatan kepada Ubedillah Badrun untuk meminta maaf kepada publik karena ini berkaitan dengan kehormatan seseorang. Karena basis laporannya berbasis kepalsuan atau hoaks, jadi ini tidak mendidik," ujarnya.