Enggan Minta Maaf Usai Laporkan Gibran-Kaesang, Ubedillah Badrun: Saya Tidak Memfitnah!

Sabtu, 15 Januari 2022 – 15:04 WIB

Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun (Foto: Istimewa)

Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Ubedillah Badrun mengatakan tak akan meminta maaf ke publik soal laporannya atas Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Laporan saya ke KPK itu do process of law, tidak perlu minta maaf," kata Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu kepada wartawan, Sabtu 15 Januari 2022.

Menurutnya, permintaan maaf tak perlu dilakukan karena dirinya tak merasa melakukan fitnah terhadap Gibran dan Kaesang.

Ubedillah juga menyebut laporannya ke KPK merupakan sebagai salah satu proses hukum. "Saya tidak memfitnah, itu langkah laporan hukum," kata dia.

Ia pun memastikan tidak akan mencabut laporannya. Ubedillah meminta semua pihak memberi ruang kepada KPK untuk bekerja secara profesional.

"Biarkan KPK bekerja secara profesional sesuai undang-undang. Hanya dengan cara itu kita menjadi bangsa yang menghargai institusi penegak hukum," ujarnya.

Sebelumnya Relawan Jokowi Mania (Joman) melaporkan Ubedillah Badrun ke Polda Metro Jaya atas dugaan fitnah kepada Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

"Hari ini tim hukum kami sudah ada menjelaskan beberapa pasal delik aduan terkait laporan palsu. Kita melaporkan Ubedillah Badrun di Pasal 317 KUHP," kata Ketua Umum Joman, Immanuel Ebenezer, di Polda Metro Jaya pada Jumat 14 Januari 2022.

Noel menilai jika laporan tersebut hanya hoaks semata. "Karena basis laporannya berbasis kepalsuan atau hoaks. Jadi ini tidak mendidik, apalagi beliau itu kan seorang dosen intelektual, aktivis, seharusnya lebih bisa memberikan pendidikan politik kepada masyarakat," kata dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa sejumlah bukti telah diserahkan pelapor kepada penyidik. "Barang buktinya rekaman video kemudian durasi saat dia sampaikan dan itu jadi bukti-bukti kami sampaikan ke penyidik," lanjutnya.

Menurut Noel, pihaknya mungkin akan melaporkan pihak tersebut dengan pasal yang lebih berat. Namun, ada kemungkinan juga pihaknya akan mencabut laporan jika Ubedillah Badrun melakukan permintaan maaf secara terbuka kepada publik.

"Kami mau laporkan terlapor dengan pasal yang lebih berat. Tapi pertimbangannya hari ini kita melihat memberikan kesempatan kepada Ubedillah Badrun untuk meminta maaf kepada publik karena ini berkaitan dengan kehormatan seseorang. Karena basis laporannya berbasis kepalsuan atau hoaks, jadi ini tidak mendidik," ujarnya.