Ditemukan Bulan Kedua di Tata Surya Lain, Ini Istimewanya

Sabtu, 15 Januari 2022 – 20:01 WIB

Bulan kembar (Foto:Istimewa)

Bulan kembar (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Para astronom telah mendeteksi sesuatu yang diduga bulan mengorbit sebuah planet di tata surya lainnya. Bulan tersebut mungkin jauh berbeda dari yang ada di tata surya kita.

Dilansir dari Reuters, berdasarkan data yang diperoleh teleskop antariksa Kepler milik NASA, bulan berukuran 2,6 kali diameter Bumi mengorbit raksasa gas seukuran Jupiter sekitar 5.700 tahun cahaya dari tata surya kita ke arah Cygnus dan Lyra. Satu tahun cahaya bermakna jarak yang ditempuh cahaya dalam setahun, yaitu 9,5 triliun km.

Diameter bulan ini akan membuatnya lebih besar dari sekitar 220 planet yang mengorbit di tata surya kita dan lebih dari 9 kali diameter bulannya Bumi.

"Kami tak tahu massa atau komposisinya. Itu bisa berupa inti berbatu dengan lapisan tipis yang lembut atau atmosfer yang tebal sampai ke sejumlah inti dengan kepadatan tinggi," kata David Kipping, profesor astronomi Universitas Columbia sekaligus penulis utama penelitian itu.

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Astronomy.

Baru ditemukan 2 bulan di luar tata surya kita, atau exomoon, telah diidentifikasi. Padahal, ilmuwan telah berhasil mengidentifikasi hampir 5 ribu planet seperti itu, atau exoplanet. Itu bukan karena bulan lebih langka di tata surya lain, melainkan karena planet cenderung lebih besar dan lebih mudah ditemukan.

"Exomoon adalah terra incognita," ujar Kipping menggunakan istilah bahasa Latin yang berarti tanah tak dikenal.

Artinya, mereka belum tahu apa-apa tentang prevalensi, sifat, atau asal-usulnya.

"Bulan mungkin saja kerap menjadi hunian bagi kehidupan di kosmos dan dapat mempengaruhi kelayakan huni planet yang diorbitnya. Kami telah mengetahui banyak tentang exoplanet dalam beberapa dekade terakhir. Namun, exomoon merupakan tantangan luar biasa dalam astronomi modern," sambungnya.

Tim peneliti menggunakan 'metode transit' yang sering digunakan untuk mendeteksi planet ekstrasurya. Exomoon itu teramati ketika bintang mirip matahari turun kecerahannya dan planet yang mengorbitnya bersama exomoon-nya lewat di depannya. Teleskop Kepler pun mencatat data 2 transit tersebut.

"Temuan exomoon ini menggiurkan. Ini kembali menunjukkan bahwa bulan-bulan besar mungkin ada di sistem planet lain dan kita berpotensi mampu mendeteksinya," kata Alex Teachey, rekan penulis penelitian dari Academia Sinica Institute of Astronomy and Astrophysics (ASIAA) di Taiwan.

Tim peneliti memindai 70 exoplanet gas raksasa yang dingin pada orbit luas di sekitar bintang induknya.

Diketahui kalau 2 planet di antaranya yang mirip Jupiter dan Saturnus diorbit oleh banyak bulan. Mereka menemukan bukti untuk 1 exomoon baru yang ukurannya akan membuatnya dijuluki 'mini-Neptunus'.

"Kami membutuhkan pengamatan lanjutan untuk mengonfirmasi keberadaannya. Namun, penelitian ini berjalan menghampiri penjelasan alternatif atas sinyal yang teramati, mengungkit lebih dari 1 dekade pengalaman dalam pencarian exomoon, dan menarik semua pemberhentian.

Sejumlah skeptisisme di antara komunitas astronomi juga penting dan tak dapat dihindari. Meski begitu, saya pikir makalah ini memaparkan kasus yang meyakinkan dan menyeluruh," pungkas Teachey.