Bingung Usai Dilaporkan Relawan Joman, Ubedillah: Noel Ini Korban Apa?

Sabtu, 15 Januari 2022 – 19:12 WIB

Ubedillah Badrun (Foto: Hastina/REQnews)

Ubedillah Badrun (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQnews - Ubedillah Badrun merasa aneh terkait adanya laporan Ketua Umum Relawan Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer ke Polda Metro Jaya atas dugaan fitnah kepada Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

Menurutnya, sah-sah saja jika ada orang yang melaporkan dirinya ke pihak kepolisian. "Laporan kepada saya, saya kira sah-sah saja, silahkan," kata pria yang akrab disapa Ubed itu kepada wartawan, pada Sabtu 15 Januari 2022.

Namun menurutnya jika deliknya aduan, maka harus korban yang melaporkan. "Pertanyaannya Noel ini korban apa dan korban siapa saya kan nggak tau," kata dia.

Ubed menyebut itu menjadi sebuah tand atanya besar, karena adanya pelaporan terhadap pelapor. "Jadi saya kira itu banyak pertanyaan sih yang membuat tanda tanya besar, karena ada yang melaporkan pelapor," lanjutnya.

Padahal menurutnya sebagai saksi, ia mendapatkan perlindungan berdasarkan Undang-undang. Terlebih lagi ia sebagai seorang warga negara dan akademisi yang harusnya memiliki hak serta tanggungjawab moral, terhadap isu-isu tersebut.

"Apa yang saya lakukan sebenernya adalah partisipasi warga negara, bahwa ketika ada keganjilan-keganjilan yang memungkinkan mengarah kepada tindakan korupsi misalnya pencucian uang dan lain-lain, saya kira sebagai akademisi dan juga dosen yang biasa menulis isu-isu kleptokrasi dan lain-lain memiliki hak dan otoritas serta tanggungjawab moral untuk menyampaikan itu," ujarnya. 

Sebelumnya, Relawan Jokowi Mania (Joman) melaporkan Ubedillah Badrun ke Polda Metro Jaya atas dugaan fitnah kepada Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

"Hari ini tim hukum kami sudah ada menjelaskan beberapa pasal delik aduan terkait laporan palsu. Kita melaporkan Ubedillah Badrun di Pasal 317 KUHP," kata Ketua Umum Joman, Immanuel Ebenezer, di Polda Metro Jaya pada Jumat 14 Januari 2022.

Ia mengatakan bahwa pasal tersebut berbunyi, 'barang siapa dengan sengaja mengajukan pengaduan atau pemberitahuan palsu kepada penguasa, baik secara tertulis maupun untuk dituliskan, tentang seseorang sehingga kehormatan atau nama baiknya terserang diancam karena melakukan pengaduan fitnah dengan pidana paling lama 4 tahun.'

Laporan yang terdaftar di Polda Metro Jaya itu teregister dengan nomor LP/B/239/I/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA, 14 Januari 2022. Pelaporan tersebut dilakukan setelah sebelumnya Ubedillah Badrun melaporkan Gibran dan Kaesang ke KPK.

Noel menilai jika laporan tersebut hanya hoaks semata. "Karena basis laporannya berbasis kepalsuan atau hoaks. Jadi ini tidak mendidik, apalagi beliau itu kan seorang dosen intelektual, aktivis, seharusnya lebih bisa memberikan pendidikan politik kepada masyarakat," kata dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa sejumlah bukti telah diserahkan pelapor kepada penyidik. "Barang buktinya rekaman video kemudian durasi saat dia sampaikan dan itu jadi bukti-bukti kami sampaikan ke penyidik," lanjutnya.

Menurut Noel, pihaknya mungkin akan melaporkan pihak tersebut dengan pasal yang lebih berat. Namun, ada kemungkinan juga pihaknya akan mencabut laporan jika Ubedillah Badrun melakukan permintaan maaf secara terbuka kepada publik.

"Kami mau laporkan terlapor dengan pasal yang lebih berat. Tapi pertimbangannya hari ini kita melihat memberikan kesempatan kepada Ubedillah Badrun untuk meminta maaf kepada publik karena ini berkaitan dengan kehormatan seseorang. Karena basis laporannya berbasis kepalsuan atau hoaks, jadi ini tidak mendidik," ujarnya.