Kontroversi Kematian Bule Inggris di Bali, Polisi Sebut Bunuh Diri Media Asing Katakan Dibunuh Pacar

Sabtu, 15 Januari 2022 – 22:04 WIB

Matt Harper bersama kekasihnya Emmy Pakpahan (Foto:Istimewa)

Matt Harper bersama kekasihnya Emmy Pakpahan (Foto:Istimewa)

BALI, REQNews - Kasus pembunuhan seorang koki profesional yang bekerja di hotel mewah di Bali menggemparkan publik Inggris. Dia diduga ditikam oleh pacarnya di dalam rumahnya di Denpasar.

Matt Harper (48) tewas dengan sejumlah sayatan di tubuhnya. Sebelum meninggal, dia ditemukan sekarat di sebuah sebuah vila di Denpasar, pada pukul 04.30 WITA.

Pada tubuh Harper, ditemukan sejumlah bekas sayatan di tubuhnya seperti di leher dan juga perut.

Ia sempat mendapatkan pertolongan dan dibawa ke rumah sakit, namun sayang nyawanya tidak dapat tertolong lagi.

Berdarkan berita yang dilansir The Sun, Matt Harper diduga dihabisi saat melakukan video call ke keluarganya di Inggris.

Matt Harper diduga diserang oleh pasangannya Emmy Pakpahan saat tengah berbicara dengan putri tirinya dan mantan istrinya ketika serangan itu terjadi.

Matt yang berasal Gloucester Inggris yang bekerja di hotel mewah Karma diyakini telah berpacaran dengan Emmy Pakpahan sejak Juli lalu seperti yang disampaikan teman-temannya.

Namun Emmy Pakpahan yang kini memiliki kewarganegaraan AS mengklaim kepada penyidik kepolisian bahwa pria inggris itu tewas bunuh diri.

Dia beralasan ada rekaman CCTV yang memperlihatkan korban tengah depresi lalu mengunci diri di dalam kamar dan dengan sengaja melukai dirinya sendiri.

Pihak kepolisian mengaku sudah melakukan pemeriksaan terhadap rekaman CCTV dan saksi-saksi. Diketahui korban mengunci diri dalam kamar di vilanya.

"Kalau pembunuhan, kami sudah tahan semua di siut, tapi kan tidak ada indikasi itu (Pembunuhan)," sebutnya.

Dalam video yang direkam Emmy di media sosial, pernyataan yang cukup aneh disampaikannya terkait dengan berita kematiannya yang telah menyabar.

Dia berterima kasih kepada teman dan keluarga atas 'dukungan' mereka terkait dengan kamtian Matt Harper.

“Tentu saja saya sedih. Dan jika kalian tidak mendengar kabar dari saya, itu bukan karena saya tidak ingin menjawab, saya perlu waktu untuk memproses semuanya," katanya di dalam rekaman video.

"Tolong jangan percaya apa pun sampai sebuah pernyataan keluar dari pihak kepolisian."

Sedangkan mantan pacar Matt di Bali, Allin Efashion, menyebutkan kalau korban merupakan pria yang baik.

“Saya bersamanya sebelum dia bersama Emmy. Dia adalah pria yang sempurna, pria yang perhatian dan menyenangkan. Dia adalah cinta dalam hidupku. Aku tidak percaya dia pergi," katanya kepada The Sun.

“Dia mengirimi saya pesan beberapa hari sebelum dia meninggal, mengatakan dia membenci Emmy karena dia menghancurkan hidupnya dan dia menyesal telah meninggalkan saya," tambahnya lagi.

“Dia adalah ayah terbaik untuk dua anak perempuan dan anak tirinya dan dicintai oleh banyak teman di Inggris dan Bali.Semoga ia beristirahat dalam damai," kata Allin Efashion.

Teman-teman lain mengungkapkan bahwa mereka mengkhawatirkan keselamatan Matt di minggu-minggu menjelang kematiannya.

Mereka menggambarkan sang pacar Emmy Pakpahan sebagai pacar 'psyko' yang telah dituduh di grup Facebook Bali sebagai 'penipu berantai' yang telah menipu orang asing dengan puluhan ribu pound.

Diketahui Matt telah pindah ke Bali dari kampunya Gloucester pada Februari 2020. Dia mendapat pekerjaan di perhotelan dan sering membagikan video dan foto di media sosial tentang kehidupan 'impiannya' di pulau Dewata.

Dia merupakan seorang koki yang rajin dan kerap memasak makanan untuk teman-teman di Bali dan bahkan mengadakan acara 'Come Dine With Me' di sebuah restoran di sana tahun lalu.

Seorang juru bicara Kantor Luar Negeri Negara Persemakmuran mengatakan kalau pihaknya telah berkordinasi dengan pihak kepolisian di Indonesia terkait dengan kematian pria asal Inggris di Bali.

"Kami berhubungan dengan polisi Indonesia mengenai kematian seorang pria Inggris di Bali, dan mendukung keluarga pada saat yang sulit ini."