Diperiksa 6 Jam, Haris Azhar-Fatia Dicecar 17 Pertanyaan

Selasa, 18 Januari 2022 – 20:45 WIB

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Haris Azhar (Foto: Istimewa)

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Haris Azhar (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti menjalani pemeriksaan selama 6 jam di Polda Metro Jaya, terkait laporan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan atas dugaan pencemaran nama baik pada Selasa 18 Januari 2022.

Haris mengatakan bahwa ia dan Fatia dicecar 17 pertanyaan oleh penyidik Polda Metro Jaya. “Banyak soal akun Youtube saya. Lalu juga soal materi conflict of interest-nya dan soal riset oleh 9 organisasi,” ujar Haris Polda Metro Jaya, Selasa 18 Januari 2022.

Sementara Fatia menyebut bahwa pertanyaan yang dilontarkan penyidik kepadanya juga berkaitan dengan riset dan data yang dibahas dalam video di akun YouTube Haris yang diperkarakan.

Video tersebut merujuk pada riset sejumlah organisasi, seperti KontraS, Walhi, Jatam, YLBHI, Pusaka tentang bisnis para pejabat atau purnawirawan TNI AD di balik bisnis tambang emas atau rencana eksploitasi daerah Blok Wabu di Intan Jaya, Papua.

“Itu sebenarnya sudah dijelaskan di dalam risetnya juga. Selain itu mempertanyakan metodologi dan sebagainya. Itu tadi sudah dijawab melalui proses pemeriksaan,” kata Fatia.

Sebelumnya, Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Haris Azhar dikabarkan didatangi sejumlah polisi di kediamannya pada Selasa 18 Januari 2022, sekitar pukul 08.00 WIB.

Koordinator bidang Riset dan Mobilisasi KontraS, Rivanlee Anandar menyebut Haris dan juga Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti didatangi empat hingga lima orang polisi pada pagi tadi, untuk dibawa ke Polda Metro Jaya.

"Pagi tadi (18/1), Fatia (Koordinator KontraS) dan Haris didatangi 4-5 polisi di kediamannya masing-masing untuk dibawa ke Polda Metro Jaya," kata Rivanlee dalam keterangan tertulisnya pada Selasa 18 Januari 2022.

Namun, Rivan mengatakan keduanya menolak penjemputan tersebut. Haris dan Fatia memilih untuk berangkat sendiri ke Polda pada siang ini. "Mereka menolak dan memilih untuk datang