Tamparan Keras! Hakim Bongkar Dosa Jaksa Agung di Kasus Asabri: Salah Sita Aset

Selasa, 18 Januari 2022 – 21:46 WIB

Heru Hidayat

Heru Hidayat

JAKARTA, REQnews - Majelis hakim menjatuhkan vonis nihil kepada Heru Hidayat, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera dalam kasus korupsi pengelolaan dana PT Asabri.

Hakim menyatakan, Heru bersalah melakukan korupsi dalam kasus Asabri yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 22,8 triliun serta melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana nihil,” kata Ketua Majelis Hakim IG Eko Purwanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa 18 Januari 2022.

Selanjutnya, hakim juga menjatuhkan pidana tambahan untuk Heru yang diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 12,6 triliun.

“Dengan ketentuan jika dalam waktu satu bulan sesudah putusan pengadilan mempunyai kekuatan hukum tetap dan terdakwa tidak membayar uang pengganti tersebut, maka harta bendanya disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti,” ucap hakim anggota Rosmina.

Hakim juga meminta aset yang telah disita jaksa, sebagian dikembalikan karena beberapa alasan.

Adapun daftar aset-aset Heru Hidayat yang sebelumnya dirampas paksa oleh jaksa, di antaranya, 20 kapal termasuk kapal LNG Aquarius atas nama PT. Hanochem Shipping; sebuah mobil Ferrari Tipe F12 Berlinetta warna abu-abu metalik No. Polisi B 15 TRM atas nama HH, lahan tambang nikel atas nama PT. Tiga Samudra Perkasa seluas 3.000 ha; lahan tambang nikel atas nama PT. Mahkota Nikel Indonesia seluas 10.000 ha.

Kemudian, lahan tambang nikel atas nama PT. Tiga Samudra Nikel seluas 10.000 ha, aset berupa saham SMRU Heru Hidayat yang nilainya mencapai Rp 325 miliar, dan tanah di Pontianak, serta beberapa aset lainnya.

Adapun yang harus dikembalikan berdasarkan putusan hakim, adalah kapal LNG Aquarius, kapal milik PT Tram, dan semua kapal milik PT JBU karena terbukti milik perusahaan sebelum tindak pidana korupsi dalam perkara ini.

Lalu, PT Ricobana Abadi, PT Tiga Samudra Perkasa, PT Mahkota Nikel Indonesia dan PT Tiga Samudra Nikel tidak dapat disita karena batal demi hukum. Sementara PT Inti Kapuas Arwana dikembalikan, termasuk juga sebidang tanah di Pontianak atas nama Susanti Hidayat dikembalikan.

Sementara aset yang dirampas, adalah satu unit apartemen atas nama HM seluas 180 m, sebidang tanah 75 m di Kebayoran Lama, satu unit mobil Lexus, mobil Ferrari, dan saham Rp 325 miliar.

Hal ini tentu saja mengejutkan sekaligus menjadi pukulan telak bagi kejaksaan, mengingat betapa gencarnya Jaksa Agung ST Burhanuddin dan anggotanya merampas aset-aset milik Heru Hidayat.

Ujungnya, aset-aset yang disita secara serampangan itu, diminta untuk dikembalikan oleh hakim.