Bareskrim Polri Belum Terima Permohonan Penagguhan Penahanan Ferdinand, Ini Kata Brigjen Ahmad

Rabu, 19 Januari 2022 – 20:18 WIB

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri pada Rabu 19 Januari 2022 (Foto: Hastina/REQnews)

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri pada Rabu 19 Januari 2022 (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQnews - Bareskrim Polri menyatakan hingga kini belum menerima surat permohonan penagguhan penahanan Ferdinand Hutahaean, tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian bermuatan SARA.

"Penjelasan penyidik Ditipid Siber permohonan penangguhan penahanan atas nama tersangka FH sampai saat ini belum diterima," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri pada Rabu 19 Januari 2022.

Ahmad mengatakan jika pihaknya nanti telah menerima surat permohonan, penyidik tidak langsung mengabulkannya. "Yang pasti dipertimbangkan dulu. Tentu akan menjadi pertimbangan apa yang menjadi alasan penagguhan penahanan," katanya.

Penyidik tak ingin terburu-buru untuk mengabulkan penangguhan penahanan tersebut, karena saat ini pihaknya tengah melengkapi pemberkasan perkara. "Kita belum cepat-cepat mengambil keputusan. Kita lihat dulu alasannya apa. Proses tuh sedang berjalan menuju pemberkasan," lanjutnya.

Sebelumnya Ferdinand melalui kuasa hukumnya yaitu Rony Hutahaean mengatakan akan mengajukan penangguhan penaganan. Ia menyabut bahwa salah satu alasannya karena penyakit yang sejak lama telah diderita oleh Ferdinand.

Karena perbuatannya itu, Ferdinand dijerat Pasal 14 ayat (1) dan (2) KUHP dan Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pasal itu berkaitan dengan pelanggaran tersangka yang diduga bermuatan ujaran kebencian yang berpotensi menimbulkan keonaran.