IFBC Banner

17 Pekerja Migran Indonesia Ilegal Ditangkap di Perairan Tanjungbalai

Kamis, 20 Januari 2022 – 14:05 WIB

TNI AL tangkap TKI ilegal di perairan Tanjungbalai (Foto: TNI AL)

TNI AL tangkap TKI ilegal di perairan Tanjungbalai (Foto: TNI AL)

SUMATERA UTARA, REQnews - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menangkap 17 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias tenaga kerja Indonesia (TKI) tanpa dokumen resmi pada Rabu 19 Januari 2022.

Komandan Lanal Tanjungbalai Asahan, Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory mengatakan bahwa pekerja tersebut ditangkap saat melakukan perjalanan jalur laut dari Kuala Sungai Baru, Malaysia, ke Tanjungbalai, Sumatera Utara.

"Satu kapal jenis Kalok, satu nakhoda dan dua ABK serta 17 orang diduga PMI ilegal saat ini telah diamankan di Pos Bagan Asahan setelah kedapatan berlayar dari Malaysia dan berusaha memasuki Tanjungbalai melalui jalur yang tidak resmi," kata Letkol Laut (P) Robinson dikutip pada Kamis 20 Januari 2022.

Saat itu, tim Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Tanjungbalai tengah melaksanakan patroli di perairan Kuala Sungai Baru dan mendapati kapal mencurigakan, Kemudian setelah dilakukan pemeriksaan awal ternyata memuat sejumlah orang tanpa dilengkapi dokumen resmi.

"Setelah dilakukan pemeriksaan awal dan berkoordinasi dengan BP2MI, imigrasi dan kepolisian selanjutnya nahkoda, ABK dan penumpang diserahkan ke Polres Tanjungbalai Asahan untuk diproses lebih lanjut," kata dia.

Sementara Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksda TNI Arsyad Abdullah menyebut bahwa pihaknya terus menggelar patroli terutama di wilayah-wilayah yang disinyalir menjadi jalur keluar/masuk melalui laut tidak resmi (jalur tikus).

"Baik itu berupa komoditi dari luar negeri, barang ilegal, bahkan narkoba serta penyelundupan pekerja migran ilegal yang terjadi di Wilayah Kerja Koarmada I," kata Laksda TNI Arsyad Abdullah.

Pihaknya pun akan melakukan mencegah dan tak akan membiarkan kegiatan-kegiatan ilegal seperti penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal terjadi lagi.