Keji! Tubuh Bayi Ini Dibelah untuk Selundupkan Narkoba ke Penjara

Kamis, 20 Januari 2022 – 22:04 WIB

Ilustrasi Bayi (Foto:Istimewa)

Ilustrasi Bayi (Foto:Istimewa)

MEKSIKO, REQNews - Aksi penyelundupan narkoba yang sangat mengerikan dan kejam terjadi di salah satu penjara di Meksiko. Penyelundupan tersebut menggunakan tubuh bayi, di mana bagian tubuhnya dibedah untuk menyimpan narkoba.

Lalu,  jenazah bayi tersebut kemudian ditemukan di dalam tempat sampah di penjara San Miguel di negara bagian Puebla, Meksiko.

Jenazah bayi ini ditemukan seorang narapidana ketika mencari botol plastik di dalam tempat sampah sekitar sepekan yang lalu. Laporan awal menyebut bahwa bayi tersebut berusia 3 bulan ketika meninggal dunia, walau pemerintah kemudian mengklaim usia sebenarnya adalah 6 hari.

Hingga kini, identitas bayi maupun keluarganya sampai saat ini belum diketahui. Meski muncul dugaan bahwa bayi itu digunakan untuk penyelundupan narkoba, pemerintah negara bagian menyatakan masih akan menyelidiki kejadian tersebut.

Dilansir dari VICE News, berita ini semula tidak tercium publik hingga organisasi nirlaba Reinserta mulai menginvestigasinya. Penyelidikan mereka yang melibatkan keluarga para tahanan lah yang akhirnya membuka kasus penggunaan bayi-bayi tak berdosa untuk penyelundupan narkoba.

"(Reinserta) sangat mengutuk pemerintah negara bagian atas tindakan keji ini," ujar Reinserta, yang dikutip pada Kamis 20 Januari 2022.

"Pihak berwenang benar-benar kewalahan dan terlibat dalam tindakan korupsi yang terjadi di dalam penjara."

Kelompok Reinserta ini juga sempat menuding bahwa penjara San Miguel sudah diambilalih oleh narapidana yang dengan tenang bisa memproduksi narkoba dari dalam penjara. Mereka juga bisa menggelar pertarungan ilegal dengan mempertaruhkan uang.

Saskia Niño de Rivera, salah satu pendiri Reinserta, menegaskan bahwa pemerintah Meksiko harus bertanggung jawab atas kematian tak masuk akal bayi tersebut.

"(Bekas bedah di perut bayi) mengindikasikan untuk membawa narkoba masuk ke dalam penjara. Jadi bagaimana bisa otoritas tidak menyadari seseorang di bawah umur masuk ke dalam penjara lalu tidak pernah keluar lagi?" tutur de Rivera.

Gubernur Puebla, Miguel Barbosa, lantas menegaskan bahwa jaksa tinggi wilayah akan menyelidiki kasus insiden tersebut.

"Ini masalah yang sangat serius. Ada banyak pihak yang akan terlibat di investigasi ini dan kita akan mempublikasikannya setelah semua terungkap," tegas Barbosa.