Marimutu Sinivasan Gugat Negara, Satgas BLBI Malah Gencar Sita Aset Grup Texmaco

Jumat, 21 Januari 2022 – 13:01 WIB

Pemilik Grup Texmaco, Marimutu Sinivasan (Foto: Tangkapan layar)

Pemilik Grup Texmaco, Marimutu Sinivasan (Foto: Tangkapan layar)

JAKARTA, REQnews - Penyitaan lahan kembali dilakukan oleh Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) di tengah sengketa hukum antara pemerintah dan Grup Texmaco yang sedang berlangsung di pengadilan.

Pemilik Grup Texmaco Marimutu Sinivasan diketahui menggugat pemerintah ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan sudah beberapa kali dilakukan persidangan.

Kini sidang gugatan sengketa tersebut telah masuk tahap untuk mengupayakan perdamaian kepada kedua belah pihak. "Untuk usaha damai, tergugat tidak hadir," dikutip dari laman resmi PN Jakarta Pusat, Jumat 21 Januari 2022.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan Satgas BLBI telah menyita 159 bidang tanah seluas 1,9 juta meter persegi yang tersebar di 6 kabupaten/kota.

Seperti Kota Tangerang, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Kendal, Semarang, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Batang yang nilainya ditaksir setara dengan Rp 1,9 triliun.

"Tadi pukul 10, Satgas BLBI kembali melakukan penyitaan aset jaminan Grup Texmaco di 6 kota/kabupaten sejumlah 159 bidang tanah," kata Mahfud dalam konferensi pers pada Kamis 20 Januari 2022.

Diketahui, sebelumnya Satgas BLBI telah menyita aset tanah sebanyak 587 bidang di 5 daerah seluas 4,7 juta meter persegi pada 23 Desember 2021, yang jika digabungkan nilainya mencapai Rp 5,2 triliun.

Aset Grup Texmaco yang disita Satgas BLBI pada tahap pertama tersebut berada di Kabupaten Subang estimasi setara Rp 2.500.321.500.000, Kabupaten Sukabumi estimasi setara Rp 203.058.050.000, Kota Pekalongan estimasi setara Rp 5.697.796.000, Kota Batu estimasi setara Rp 387.194.802.000, dan Kota Padang estimasi setara Rp 235.698.169.000.

Sementara pada tahap kedua ini seperti di Kelurahan Gintungkerta, Kelurahan Anggadita, dan Kelurahan Kiarapayung, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat sejumlah 100 bidang tanah seluas 920.673 m2 setara Rp 920,67 miliar.

Kemudian di Kelurahan Nolokerto dan Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah sejumlah 35 bidang tanah seluas 691.204 m2 setara Rp 691,2 miliar. Lalu berada di Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Jawa Tengah sejumlah 4 bidang tanah seluas 45.540 m2 setara Rp 45,54 miliar.

Selanjutnya ada di Kelurahan Pedurungan, Kelurahan Beji dan Kelurahan Serang, Kecamatan Taman, Kelurahan Petarukan, Kecamatan Petarukan, Kelurahan Mulyoharjo, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah sejumlah 14 bidang tanah seluas 198.057 m2 setara Rp 198,05 miliar.

Lalu berada di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah sejumlah 1 bidang tanah seluas 30.740 m2 setara Rp 61,48 miliar, serta berada di Kelurahan Gembor, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten sejumlah 5 bidang tanah seluas 48.030 m2 setara Rp 48,03 miliar.