Setelah Jantung, Kini Giliran Ginjal Babi Berhasil Dicangkok ke Tubuh Manusia

Jumat, 21 Januari 2022 – 20:02 WIB

Babi (Foto:Istimewa)

Babi (Foto:Istimewa)

WASHINGTON, REQNews - Tim dokter di Alabama, Amerika Serikat (AS), berhasil melakukan transplantasi sepasang ginjal babi ke tubuh pria yang mengalami mati otak.

Operasi uji coba ini membuka jalan bagi uji klinis transplantasi organ hewan, terutama babi, ke tubuh manusia di tengah semakin langkanya donor organ.

Operasi transplantasi ginjal babi ke manusia, pertama kali di dunia untuk jenisnya, itu dilakukan pada akhir September 2021 di Universitas Alabama di Birmingham.
Hasilnya dipublikasikan dalam makalah yang diterbitkan oleh American Journal of Transplantation, Kamis 20 Januari 2022, seperti dilaporkan kembali Wall Street Journal (WSJ).

Ginjal yang sudah mengalami rekayasa genetik itu tidak langsung mengalami penolakan oleh tubuh penerima serta menunjukkan berjalannya beberapa fungsi selama beberapa hari percobaan.

Pasien penerima organ diketahui bernama James Parsons (57) asal Huntsville, Alabama, yang mengalami kecelakaan saat balapan sepeda motor.

Dia mengalami mati otak akibat kecelakaan itu. Di AS, mati otak diartikan sebagai berhentinya semua fungsi otak secara permanen. Bahkan aktivitas jantung dan paru-paru dilakukan dengan bantuan mesin.

Operasi eksperimental ini dijalankan setelah melewati proses dan diskusi panjang, melibatkan para ahli etika serta tentunya keluarga pasien. “Kami tidak bisa mengembalikan (kondisi) Jim selama sepekan ini. Ini adalah perjuangan, tapi kami sadar bahwa manfaat dari apa yang kami lakukan dengannya melebihi kekhawatiran itu," kata Julie O'Hara, mantan istri pasien.

Keberhasilan operasi ini menumbuhkan harapan bahwa organ babi bisa berfungsi untuk manusia, seperti halnya operasi tahun lalu di mana dokter di NYU Langone Health menempelkan ginjal babi ke kaki bagian atas pasien yang juga mati otak.

Eksperimen transplantasi organ babi ke spesies lain, dikenal sebagai xenotransplantasi, lebih sering ditujukan ke babon dan monyet, ketimbang manusia.

Oleh karena itu perkembangan ini dianggap menjadi awalan untuk mengatasi krisis organ tubuh untuk manusia.

Organisasi nirlaba United Network for Organ Sharing menyatakan, lebih dari 100.000 orang di AS masuk daftar tunggu nasional untuk mendapatkan ginjal, liver, jantung, dan organ lainnya. Lebih dari 6.000 pasien meninggal setiap tahun saat menunggu untuk mendapatkan organ baru.

Pada awal Januari 2021, pria AS David Bennett (57) menjadi orang pertama di dunia menjalani transplantasi jantung babi pada jenisnya hasil modifikasi genetik.

Tiga hari pascaoperasi atau pada Senin 10 Januari 2022, kondisi Bennett membaik.

Operasi yang dilakukan tim dokter Fakultas Kedokteran Universitas Maryland itu berjalan lancar dan dianggap menjadi babak baru transplantasi jantung babi ke manusia. Namun tim masih harus menunggu perkembangan untuk memastikan hasilnya karena transplantasi ini baru pertama terjadi dari jenisnya.

Jantung babi untuk Bennett telah mengalami modifikasi genetik dan disediakan oleh Revivicor, perusahaan pengobatan regeneratif yang berbasis di Blacksburg, Virginia.