CIA Berhasil Ungkap Penyebab Penyakit Aneh Sindrom Havana yang Banyak Diderita Diplomat AS

Minggu, 23 Januari 2022 – 19:01 WIB

CIA (dok. AFP Photo/SAUL LOEB)

CIA (dok. AFP Photo/SAUL LOEB)

AMERIKA SERIKAT, REQNews  - Sebagian kasus yang disebut Sindrom Havana yang dialami oleh sejumlah diplomat dan intelijen Amerika Serikat bisa diakibatkan oleh faktor lingkungan, penyakit yang tidak terdiagnosa atau stres, bukan akibat serangan dari pihak asing. Demikian dilaporkan harian the New York Times mengutip pejabat Badan Intelijen Luar Negeri AS, CIA.

Dari 1.000 kasus yang diselidiki intelijen, mayoritas bisa dijelaskan dan penyakit misterius itu kecil kemungkinannya dilakukan oleh Rusia atau kekuatan asing lain, kata CIA kepada the New York Times. Temuan ini, kata CIA, hanya untuk konsumsi internal. Demikian dilaporkan Reuters, Kamis 21 Januari 2022.

Namun CIA hingga kini masih menyelidiki sekitar 24 kasus yang belum bisa dijelaskan dan mungkin bisa memberikan petunjuk apakah ada kekuatan asing di balik penyakit yang dialami para diplomat AS di luar negeri, termasuk di Wina, Paris, Jenewa, dan Havana.

Sementara itu, dari sekian kasus yang diselidiki masih ada sejumlah kasus yang tetap belum bisa dijelaskan, kata New York Times mengutip pejabat CIA.

Kasus misterius ini pertama kali menjadi sorotan pada 2016 setelah sejumlah diplomat di Kedutaan Besar AS di Havana, Kuba, mengalami sakit misterius.

Gejala yang mereka rasakan termasuk migrain, mual, hilang ingatan, pusing.

Direktur CIA William Burns dalam pernyataannya kepada New York Times mengatakan, pihaknya kini sedang menyelidiki kasus rumit dan sejumlah anggota intelijen sudah mengalami gejala yang sebenarnya.

"Meski kami sudah mencapai temuan yang berarti, kami beklum selesai," kata Burns dalam pernyataannya.

"Kami akan terus menyelidiki insiden ini dan memberikan penanganan kelas dunia bagi mereka yang membutuhkan."

Awal bulan ini, Menteri Luar Negeri Antony Blinken dalam sebuah wawancara mengatakan dia tidak tahu apa itu Sindrom Havana dan siapa yang bertanggung jawab di balik kejadian itu.