Anggota Dewan Pemerkosa WNI di Malaysia Dibebaskan, Kok Bisa?

Kamis, 11 Juli 2019 – 17:00 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Kepolisian Malaysia membebaskan anggota DPRD atau Exco Pemerintah Negeri Perak Malaysia yang disebut telah menjadi pelaku pemerkosaan terhadap seorang WNI yang bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT).

Pembebasan tersebut, menurut Kepala Kepolisian Perak Datuk Razarudin Husain, dilakukan di bawah jaminan polisi sembari menunggu selesainya proses penyelidikan.

Razarudin menjelaskan, polisi sudah menerima laporan dari PRT tersebut pada Senin 9 Juli 2019 lalu. Perempuan berusia 23 tahun itu menuding majikannya, anggota DPRD tersebut, telah melakukan pemerkosaan di rumahnya di Meru, Ipoh, Malaysia.

Mengutip Daily Mail, Rabu 10 Juli 2019, Razarudin menyebut kasus itu diklasifikasikan sebagai bagian dari pelanggaran 376 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan hukuman cambuk.

Kepolisian daerah juga sudah melakukan pemeriksaan forensik di lokasi yang diduga sebagai tempat kejadian perkara pemerkosaan. Pemeriksaan forensik di TKP itu untuk mengumpulkan bagian-bagian yang bisa dijadikan alat bukti untuk diteliti lebih lanjut.

Razarudin menjelaskan bahwa pemeriksaan medis sudah dilakukan terhadap terduga yang merupakan anggota DPRD Perak tersebut saat penangkapan, Senin kemarin.

Saat ini, WNI korban pemerkosaan itu sudah ditempatkan di lokasi yang terjamin keamanannya sampai polisi merilis hasil investigasi secara resmi, lalu dilimpahkan ke Markas Polisi Federal Bukit Aman dan Kamar Jaksa Agung. (RYN)