IFBC Banner

Bupati Langkat Buat Penjara di Rumahnya, Kurung 40 Pekerja yang Disiksa dan Tak Digaji

Senin, 24 Januari 2022 – 20:33 WIB

Penjara di Rumah Bupati Langkat (Foto:Tribunnews)

Penjara di Rumah Bupati Langkat (Foto:Tribunnews)

JAKARTA, REQNews - Penjara di rumah Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Peranginangin, digunakan untuk menyiksa para pekerja perkebunan sawit wiliknya.

Penanggung Jawab Migrant Care, Anis Hidayah, mengatakan penjara tersebut hanya modus rehabilitasi, padahal sebuah perbudakan.

Ada 40 orang pekerja yang ditahan di penjara pribadi Terbit Rencana Peranginangin.

Anismengatakan, mereka disiksa dan dipaksa bekerja selama 10 jam. Para tahanan itu akan bekerja mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

"Ada dua sel di dalam rumah Bupati yang digunakan untuk memenjarakan sebanyak 40 orang pekerja," ujarnya di Komnas HAM, dikutip dari Tribunnews, Senin 24 Januari 2022.

Yang lebih menyedihkannya, mereka tidak hanya disuruh bekerja 10 jam, tapi setelah bekerja para tahanan akan dipukuli oleh orang suruhan Bupati Langkat.

"Mereka dimasukkan ke dalam kerangkeng atau sel setelah bekerja agar tidak punya akses kemana-mana," ungkapnya.

Bahkan, mereka juga mengalami luka-luka lebam akibat penyiksaan yang dilakukan.

"Para pekerja yang dipekerjakan di kebun kelapa sawitnya, sering menerima penyiksaan, dipukuli sampai lebam-lebam dan sebagian mengalami luka-luka," jelasnya.

Selain itu, para pekerja juga tidak mendapatkan upah atau gaji dari Terbit.

Jika meminta upah, pekerja tersebut mendapatkan pukulan dan siksaan.

"Setiap hari mereka hanya diberi makan dua kali sehari."