IFBC Banner

Fakta Baru Bupati Langkat Perbudak Orang, 40 Dikerangkeng dan Dipaksa Kerja Sawit

Selasa, 25 Januari 2022 – 05:05 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Fakta demi fakta terus terungkap dari temuan penjara manusia yang diduga praktik perbudakan modern oleh Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Peranginangin.

Setelah diduga kerangkeng besi yang ditemukan di rumahnya di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat adalah tempat rehabilitasi pengguna narkoba, ternyata Migrant CARE mengungkap fakta berbeda.

Penanggung Jawab Migrant CARE Anis Hidayah menyebut, penjara itu adalah tempat menahan orang-orang yang diduga diperbudak oleh Terbit. 

Anis berkata, setidaknya sudah 40 orang pernah merasakan derita di balik kerangkeng besi yang berjumlah dua ruangan di rumah Terbit.

"Ada dua sel di dalam rumah Bupati yang digunakan untuk memenjarakan sebanyak 40 orang pekerja setelah mereka bekerja," kata Anis, seperti dikutip Senin 24 Januari 2022.

Para tahanan itu diperjakan di lahan sawit. Mereka dipaksa beraktivitas selama 10 jam, mulai pukul 08.00 hingga 18.00.

 

"Setelah mereka bekerja, dimasukkan ke dalam kerangkeng atau sel dan tidak punya akses kemana-mana," ujar Anis.

Saat ini, Bupati Terbit sudah berstatus tersangka kasus proyek infrastruktur, setelah terjaring operasi tangkap tangan atau OTT oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).