IFBC Banner

Bebas dari Rutan Bareskrim Polri, Kondisi Terkini Menantu Rizieq Shihab Diungkap Irjen Dedi Prasetyo

Selasa, 25 Januari 2022 – 13:00 WIB

Menantu mantan Imam Besar FPI Rizieq Shihab, Muhammad Hanif Alatas (Foto: Istimewa)

Menantu mantan Imam Besar FPI Rizieq Shihab, Muhammad Hanif Alatas (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews -  Menantu mantan Imam Besar FPI Rizieq Shihab, Muhammad Hanif Alatas resmi bebas dari penjara Rutan Mabes Polri. Hanif dibebaskan pada Senin, 24 Januari 2022 sekitar pukul 17.05 WIB. Kondisi terkini Hanif Alatas diungkap Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Dedi Prasetyo. 

Dedi mengungkapkan kondisi menantu Rizieq Shihab itu dalam keadaan baik dan sehat saat bebas.


"Hanif dalam keadaan baik, sehat, aman, lancar dan kondusif, dari Rutan Cabang Mabes Polri telah dilepaskan/dikeluarkan," ucap Dedi dalam keterangan resminya dikutip Selasa 25 Januari 2022. 

 Pembebasan Hanif itu tertuang dalam Surat Lepas Nomor W10.PAS.PAS10.PK.05.05.12-574 tanggal 24 Januari 2022 Jo Surat Keputusan Menkumham Nomor: PAS-24.PK.01.01.02 TAHUN 2022, tanggal 21 Januari 2022.

Pembebasan Hanif itu turut disaksikan oleh Satuan Keamanan Rutan Cipinang Muhibbudin dan Kasubsi Administrasi Dan Perawatan Rutan Cipinang, Sakti Wahyu.

"Karena masa pidananya telah habis dijalankan," kata dia.

 

Seperti diketahui, Hanif Alatas dijerat hukuman satu tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur dalam kasus terkait penyebaran berita bohong hasil tes swab di RS Ummi, Bogor, Jawa Barat. Perkara itu turut menjerat mertuanya, Rizieq Shihab.

Hanif dipenjara sejak Februari 2021 lalu usai terjerat kasus dugaan penyebaran kabar bohong hasil tes swab di RS Ummi Bogor

Ia sempat mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dan kasasi ke MA terkait putusan PN Jaktim tersebut. Namun, dua pengadilan tadi tetap menghukumnya selama satu tahun penjara.


Sementara itu pengacara Hanif, Ichwan Tuankotta menyebut kliennya sudah waktunya untuk bebas murni. Selepas bebas, Ichwan mengatakan Hanif akan pulang ke Pondok Pesantren Markaz Syariah di Megamendung Bogor, Jawa Barat.

"Beliau bebas murni. Enggak ada asimilasi dan segala macam. Memang sudah jadwalnya," ucap Ichwan.