Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

2 Hakim PN Jakarta Selatan Divonis 4,5 Tahun Penjara karena Terima Suap Rp 680 Juta

Kamis, 11 Juli 2019 – 21:30 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Terbukti menerima suap, dua hakim PN Jakarta Selatan yakni R Iswahyu Widodo dan Irwan divonis 4,5 tahun penjara pada Kamis 11 Juli 2019.

Kedua hakim itu disebut telah sama-sama menerima suap sejumlah Rp 150 juta dan 47 ribu dolar Singapura atau senilai total Rp 680 juta dalam kasus putusan perkara perdata mengenai gugatan pembatalan perjanjian akusis antara CV Citra Lampia Mandiri (CLM) dan PT Asia Pacific Mining Resources (APMR).

"Menyatakan terdakwa I R Iswahyu Widodo dan terdakwa II Irwan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut. Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan ditambah denda masing-masing Rp 200 juta yang bila tidak dibayar diganti pidana kurungan selama 2 bulan," kata Ketua Majelis Hakim Ni Made Sudani di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Iswahyu Widodo, Irwan serta Achmad Guntur menjadi majelis hakim yang menangani perkara perdata No 262/Pdt.G/2018 PN JKT.SEL dengan penggugat pemilik PT CLM Isrullah Achmad dan direktur PT CLM Martin P Silitonga dengan pengacaranya Arif Fitrawan melawan tergugat PT APMR, dirut PT CLM Thomas Azali dan notaris Suzanti Lukman.

Vonis tersebut lebih rendah dibanding dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK yang meminta agar R Iswahyu Widodo dan Irwan divonis 8 tahun penjara ditambah denda Rp 200 juta subsider 4 bulan kurungan.

Putusan yang diambil oleh majelis hakim Ni Made Sudani, M Arifin, Rustiono, Agus Salim dan Titi Sansiwi itu berdasarkan dakwaan primer pasal 12 huruf c jo pasal 18 UU No 31 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Majelis hakim juga menolak permintaan Iswahyudi untuk ditempatkan di lapas kelas 2 Yogyakarta.