IFBC Banner

Takut Keduluan Cina, AS Terus Cari Jet Tempur Supercanggih F-35 yang Jatuh di Laut

Rabu, 26 Januari 2022 – 16:04 WIB

Jet Tempur Siluman F-35 (foto:wikipedia)

Jet Tempur Siluman F-35 (foto:wikipedia)

WASHINGTON, REQNews - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) sedang bekerja untuk mendapatkan kembali satu pesawat yang jatuh ke Laut Cina Selatan saat latihan perang pekan ini.

AS tampaknya ingin segera mendapatkan kembali jet tempur yang masih tenggelam di dasar laut itu sebelum didapatkan oleh Cina.

Insiden itu menyebabkan beberapa pelaut terluka. Tiga personel Angkatan Laut AS diangkut ke Filipina untuk perawatan medis, sementara empat orang lainnya dirawat di kapal pada Senin 24 Januari 2022 setelah pesawat siluman F-35C Lightning II AS mengalami “kecelakaan pendaratan di dek saat USS Carl Vinson (CVN 70) sedang melakukan penerbangan rutin di Laut China Selatan.”

Beruntung, pilot pesawat segera diselamatkan oleh helikopter militer setelah eject. Sayangnya, pesawat itu sendiri belum ditemukan hingga berita ini dirilis.

“Saya dapat memastikan pesawat itu menabrak dek penerbangan saat mendarat dan kemudian jatuh ke air,” papar juru bicara Angkatan Laut AS Letnan Nicholas Lingo pada Selasa 25 Januari 2022.

Ditanya tentang kemungkinan Cina menyelamatkan pesawat itu, Lingo berkata, “Kami tidak dapat berspekulasi tentang apa niat Republik Rakyat China (RRC) dalam masalah ini.”

Angkatan Laut AS telah meluncurkan penyelidikan atas apa yang salah dengan pesawat selama pendaratan darurat. Pada saat kecelakaan itu, kapal induk Angkatan Laut AS, USS Carl Vinson dan USS Abraham Lincoln, di antara kapal dan pesawat AS lainnya, terlibat dalam latihan militer di dekat Cina karena ketegangan antara kedua negara terus meningkat.

Laksamana Muda Dan Martin menyatakan, “Latihan itu menyoroti kemampuan Angkatan Laut AS untuk mengirimkan kekuatan maritim yang luar biasa, ketika dipanggil, untuk mendukung kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.”

Cina memiliki klaim teritorial ke hampir semua Laut China Selatan dan mengecam operasi AS di wilayah tersebut sebagai pelanggaran kedaulatannya.