Polisi Layangkan Surat Pemanggilan, Edy Mulyadi Bakal Dicecar Penyidik Nih!

Rabu, 26 Januari 2022 – 14:42 WIB

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan di Gedung Humas Polri (Foto: Hastina/REQnews)

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan di Gedung Humas Polri (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQnews - Bareskrim Polri telah melayangkan surat pemanggilan pemeriksaan kepada Edy Mulyadi terkait dengan kasus dugaan ujaran kebencian, yang menyebut Kalimantan sebagai tempat buang jin.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan bahwa Edy dan beberapa saksi lainnya akan diperiksa pada Jumat 28 Januari 2022 mendatang.

Sebelumnya, penyidik Bareskrim polri telah meningkatkan kasus dugaan ujaran kebencian Edy Mulyadi dari penyelidikan ke penyidikan, setelah gelar perkara.

"Hari Rabu tanggal 26 Januari 2002 telah melakukan pemeriksaan terhadap 15 orang saksi dan 5 saksi ahli serta penarikan laporan dari Polda Kaltim dan Polda Sulawesi Utara, dilaksanakan gelar perkara oleh tim penyidik," kata Ahmad kepada wartawan di Gedung Humas Polri pada Rabu 26 Januari 2022.

Setelah melakukan gelar perkara, Ahmad menyebut bahwa penyidik kemudian menyimpulkan menaikan status dari penyelidikan menjadi penyidikan. Pihaknya juga telah mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Agung.

Ahmad mengatakan bahwa penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti yang telah disita ke laboratorium forensik. "Pemanggilan kepada saudara EM sebagai saksi, serta beberapa orang lainnya untuk hadir pada hari Jumat tanggal 28 Januari 2022 mendatang," ujarnya.

Sebelumnya, Edy Mulyadi menjadi viral terkait dengan pernyataannya yang menyebut Kalimantan, lokasi ibu kota negara yang baru, sebagai tempat pembuangan jin dan anaknya.

Dalam video yang beredar, Edy mengatakan tak sepakat dengan adanya rencana perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur. Karena baginya, wilayah tersebut adalah tempat yang tidak pantas.

"Bisa memahami enggak, ini ada sebuah tempat elite punya sendiri yang harganya mahal. Punya gedung sendiri lalu dijual pindah ke tempat jin buang anak," kata Edy, seperti dikutip Minggu 23 Januari 2022.

Edy bahkan melontarkan hinaan tak pantas, dengan mengatakan pasar di Kalimantan hanya berisi kuntilanak dan genderuwo. "Pasarnya siapa? Kalau pasarnya kuntilanak, genderuwo ngapain ngebangun disana," ujarnya.