IFBC Banner

Usai Periksa 38 Saksi, Bareskrim Polri Bakal Cecar Edy Mulyadi Besok!

Kamis, 27 Januari 2022 – 15:22 WIB

Edy Mulyadi dan Arteria Dahlan (Foto: Istimewa)

Edy Mulyadi dan Arteria Dahlan (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Polisi telah memeriksa 38 saksi terkait kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh Edy Mulyadi (EM), yang menyebut Kalimantan sebagai tempat "jin buang anak."

IFBC Banner


Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan bahwa pada Kamis 27 Januari 2022 ada penambahan jumlah saksi yang diperiksa.

"Yang pertama tambahannya adalah pemeriksaan saksi di Kalimantan Timur sebanyak 10 orang, kemudian yang kedua pemeriksaan saksi di Jawa Tengah dua orang," kata Ahmad kepada wartawan pada Kamis 27 Januari 2022.

Ahmad mengatakan tambahan saksi lainnya yaitu 3 orang saksi dan 3 saksi ahli diperiksa di Jakarta. "Sehingga total keseluruhan sampai hari ini telah dilakukan pemeriksaan sebanyak 30 orang saksi dan 8 saksi ahli, jadi totalnya ada 38 orang saksi," kata dia.

"Saksi ahli tersebut meliputi saksi ahli ITE, kemudian saksi ahli sosiologi, kemudian saksi ahli pidana dan yang terakhir saksi ahli bahasa," lanjutnya.

Sementara itu, Ahmad menyebut Edy yang dijadwalkan akan diperiksa pada Jumat 28 Januari 2022 mengatakan bersedia hadi di Bareskrim Polri.

"Terkait dengan saudara EM setelah penyidik menyerahkan langsung surat panggilan, yang bersangkutan menyatakan bersedia diperiksa besok hari Jumat jam 10," ujarnya.

Kemudian Ahmad mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan proses penanganan perkara, sehingga terkait dengan perkembangan atau update selanjutnya nanti akan disampaikan kembali.

Sebelumnya, penyidik Bareskrim polri telah meningkatkan kasus dugaan ujaran kebencian Edy Mulyadi dari penyelidikan ke penyidikan, setelah dilakukan gelar perkara.

"Hari Rabu tanggal 26 Januari 2002 telah melakukan pemeriksaan terhadap 15 orang saksi dan 5 saksi ahli serta penarikan laporan dari Polda Kaltim dan Polda Sulawesi Utara, dilaksanakan gelar perkara oleh tim penyidik," kata Ahmad kepada wartawan di Gedung Humas Polri pada Rabu 26 Januari 2022.

Setelah melakukan gelar perkara, Ahmad menyebut bahwa penyidik kemudian menyimpulkan menaikan status dari penyelidikan menjadi penyidikan. Pihaknya juga telah mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Agung.

Ahmad mengatakan bahwa penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti yang telah disita ke laboratorium forensik. "Pemanggilan kepada saudara EM sebagai saksi, serta beberapa orang lainnya untuk hadir pada hari Jumat tanggal 28 Januari 2022 mendatang," ujarnya.

Sebelumnya, Edy Mulyadi menjadi viral terkait dengan pernyataannya yang menyebut Kalimantan, lokasi ibu kota negara yang baru, sebagai tempat pembuangan jin dan anaknya.

Dalam video yang beredar, Edy mengatakan tak sepakat dengan adanya rencana perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur. Karena baginya, wilayah tersebut adalah tempat yang tidak pantas.

"Bisa memahami enggak, ini ada sebuah tempat elite punya sendiri yang harganya mahal. Punya gedung sendiri lalu dijual pindah ke tempat jin buang anak," kata Edy, seperti dikutip Minggu 23 Januari 2022.

Edy bahkan melontarkan hinaan tak pantas, dengan mengatakan pasar di Kalimantan hanya berisi kuntilanak dan genderuwo. "Pasarnya siapa? Kalau pasarnya kuntilanak, genderuwo ngapain ngebangun disana," ujarnya.