IFBC Banner

Edy Mulyadi Mangkir dari Panggilan Bareskrim Polri, Ini Alasannya

Jumat, 28 Januari 2022 – 12:35 WIB

Edy Mulyadi dan Arteria Dahlan (Foto: Istimewa)

Edy Mulyadi dan Arteria Dahlan (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Edy Mulyadi tak memenuhi panggilan pemeriksaan Bareskrim Polri sebagai saksi dalam kasus dugaan ujaran kebencian, yang dijadwalkan pada Jumat 28 Januari 2022.

IFBC Banner


Kuasa Hukum Edy yaitu Herman Kadir mengatakan pemanggilan kliennya tak sesuai dengan KUHP. "Alasannya pertama prosedur pemanggilan tidak sesuai dengan KUHP," kata Herman kepada wartawan, Jumat 28 Januari 2022.

Menurutnya, pemanggilan pemeriksaan bisa dilakukan minimal dalam kurun waktu 3 hari, namun Edy dipanggil baru 2 hari yang lalu.

"Jadi kan itu minimal harus tiga hari, ini baru dua hari sudah ada pemanggilan, intinya itu sudah tidak sesuai dengan KUHP. Kami minta itu diperbaiki lagi surat pemanggilan," kata dia.

Lebih lanjut, Herman pun mengatakan bahwa kilennya akan memenuhi panggilan berikutnya, dan meminta penyidik untuk menunda pemeriksaan. "Insyaallah hadir panggilan kedua," ujarnya.

Sebelumnya, penyidik Bareskrim polri telah meningkatkan kasus dugaan ujaran kebencian Edy Mulyadi dari penyelidikan ke penyidikan, setelah dilakukan gelar perkara.

"Hari Rabu tanggal 26 Januari 2002 telah melakukan pemeriksaan terhadap 15 orang saksi dan 5 saksi ahli serta penarikan laporan dari Polda Kaltim dan Polda Sulawesi Utara, dilaksanakan gelar perkara oleh tim penyidik," kata Ahmad kepada wartawan di Gedung Humas Polri pada Rabu 26 Januari 2022.

Setelah melakukan gelar perkara, Ahmad menyebut bahwa penyidik kemudian menyimpulkan menaikan status dari penyelidikan menjadi penyidikan. Pihaknya juga telah mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Agung.

Ahmad mengatakan bahwa penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti yang telah disita ke laboratorium forensik. "Pemanggilan kepada saudara EM sebagai saksi, serta beberapa orang lainnya untuk hadir pada hari Jumat tanggal 28 Januari 2022 mendatang," ujarnya.

Sebelumnya, Edy Mulyadi menjadi viral terkait dengan pernyataannya yang menyebut Kalimantan, lokasi ibu kota negara yang baru, sebagai tempat pembuangan jin dan anaknya.

Dalam video yang beredar, Edy mengatakan tak sepakat dengan adanya rencana perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur. Karena baginya, wilayah tersebut adalah tempat yang tidak pantas.

"Bisa memahami enggak, ini ada sebuah tempat elite punya sendiri yang harganya mahal. Punya gedung sendiri lalu dijual pindah ke tempat jin buang anak," kata Edy, seperti dikutip Minggu 23 Januari 2022.

Edy bahkan melontarkan hinaan tak pantas, dengan mengatakan pasar di Kalimantan hanya berisi kuntilanak dan genderuwo. "Pasarnya siapa? Kalau pasarnya kuntilanak, genderuwo ngapain ngebangun disana," ujarnya.