DPR Yakin Pansel Seleksi Capim KPK dengan Objektif

Jumat, 12 Juli 2019 – 10:00 WIB

Gedung KPK (Foto: Istimewa)

Gedung KPK (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Anggota Komisi III DPR Teuku Taufiqulhadi yakin jika Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) akan menyeleksi dengan profesional, kredibel, dan objektif. Politisi Nasdem ini pun menyatakan DPR akan sangat terbantu dengan kontribusi para anggota pansel tersebut.

"Mereka adalah orang yang sangat profesional selama ini, dan karena itulah mereka ditunjuk oleh Presiden menjadi anggota pansel," kata Taufiqulhadi di Jakarta, Jumat 12 Juli 2019.

Diketahui, saat ini tercatat 192 kandidat yang lulus administrasi. Nantinya ratusan kandidat capim KPK ini akan dikerucutkan menjadi 10 orang untuk diserahkan ke parlemen.

DPR melalui Komisi III, kata Taufiqulhadi, bakal menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap 10 nama kandidat tersebut untuk selanjutnya disaring menjadi lima orang. "DPR sudah sangat terbantu dengan adanya pansel yang terlebih dahulu melakukan tes terhadap mereka. DPR hanya memilih lima orang dari 10 capim yang dikirim ke DPR," ujar Taufiqulhadi.

Melihat kualitas susunan Pansel Capim KPK saat ini, wakil rakyat kelahiran Aceh ini percaya proses seleksi akan melahirkan kandidat komisioner KPK periode 2019-2023 terbaik. "Sepuluh capim yang dikirim sudah pasti yang terbaik. Insya Allah, karenanya DPR dapat memilih calon yang baik," tandas Taufiqulhadi.

Sebanyak 192 capim KPK yang lulus administrasi berhak mengikuti tahap selanjutnya, yakni uji kompetensi pada 18 Juli 2019 di Pusdiklat Kemensetneg. Uji kompetensi meliputi tes objektif dan penulisan makalah.

Berikut rincian 192 pendaftar yang lulus seleksi administrasi Capim KPK berdasarkan latar belakang profesi;

Akademisi/dosen: 40 orang (dari 76 pendaftar).

Advokat/konsultan hukum: 39 orang (dari 63 pendaftar)

Korporasi (swasta/BUMD/BUMN): 17 orang (dari 40 pendaftar)

Jaksa/hakim: 18 orang (dari 20 pendaftar)

Anggota TNI: tidak ada yang lulus (dari 1 orang pendaftar)

Anggota Polri: 13 orang (dari 13 pendaftar)

Auditor: 9 orang (dari 11 pendaftar)

Komisioner/pegawai KPK: 13 orang (dari 18 pendaftar)

Lain-lain (PNS, pensiunan, wiraswasta, NGO, pejabat negara): 43 orang (dari 134 pendaftar).