Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

Duh! Jokowi Kasih Grasi Bebas Terpidana Kasus Sodomi di JIS

Jumat, 12 Juli 2019 – 15:30 WIB

Neil Bantleman (Foto: Istimewa)

Neil Bantleman (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews- Pemerintah Indonesia dilaporkan membebaskan seorang warga Kanada, Neil Bantleman, yang divonis bersalah dalam kasus pelecehan seksual. Dia adalah mantan guru di Jakarta International School (kini Jakarta Intercultural School/JIS) yang diduga melakukan pelecehan seksual kepada sejumlah muridnya.

Seperti dilansir media Kanada CBC, Jumat 11 Juli 2019, Neil Bantleman sudah pulang ke kampung halamannya di Ontario sejak akhir Juni 2019. Kabar penerimaan grasi dan kebebasannya itu disampaikan Neil Bantleman lewat keterangan tertulis. 

"Lima tahun lalu, saya dituduh secara tidak benar dan dihukum atas kejahatan yang tidak saya lakukan dan tidak pernah terjadi," kata Neil Bantleman dalam keterangannya. 

Dia lalu mengajukan grasi ke Presiden Joko Widodo dan grasi itu diberikan akhir Juni lalu. Neil Bantleman berterimakasih kepada kakaknya, Guy, atas waktu dan usaha yang diberikan untuk kepulangannya. 

Neil Bantleman juga mengapresiasi Pemerintah Kanada atas komitmen teguh untuk membawanya pulang. 

"Saya ingin berterimakasih pada istri saya, Tracy. Tanpa cinta dan komitmennya, hari ini tidak akan pernah ada. Usahanya yang tidak kenal lelah serta koordinasi dan komunikasi antara tim legal, sekolah, kedutaan, dan keluarga di Kanada adalah kunci kebebasan saya," papar Neil Bantleman. 

Pada April 2015, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 10 tahun penjara kepada Bantleman. Dia mengajukan banding dan putusan itu dianulir oleh Pengadilan Tinggi Jakarta pada Agustus 2015.

Setelah bebas beberapa bulan, Bantleman kembali menghuni penjara karena pada Mahkamah Agung pada Februari 2016 memutuskan dia bersalah. MA lantas menghukum Bantleman 11 tahun penjara.

Perkara itu diduga penuh rekayasa saat disidik oleh kepolisian. Salah satu tersangka, Azwar, bunuh diri saat ditahan di Rutan Polda Metro Jaya pada 26 April 2014 untuk kepentingan penyidikan. Dia dilaporkan menenggak cairan pembersih.

Empat tersangka yakni Agun Iskandar, Virgiawan Amin alias Awan, Syahrial, dan Zainal Abidin diduga disiksa saat diinterogasi penyidik.