Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

Di Australia, Mengerjakan Tugas Kuliah Orang Lain jadi Tindakan Kriminal

Jumat, 12 Juli 2019 – 18:30 WIB

Ilustrasi Belajar (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Belajar (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews- Kalau di Indoensia mengerjakan Pekerjaan Rumah orang lain menjadi penghasilan sampingan bagi para mahasiswa yang butuh tambahan uang jaja. Tapi, jangan coba-coba melakukan ini di Australia ya gaes.

Dilansir dari ABC, Pemerintah Federal berencana menindak praktik yang disebut “contract cheating” atau membayar orang lain buat mengerjakan tugas dan ulangan pribadi.

Mereka yang tertangkap basah mengiklankan jasa seperti ini dapat didenda hingga $210.000 (setara Rp2,9 miliar) atau menghadapi hukuman dua tahun penjara. Menanggapi usulan ini, sejumlah pakar khawatir orang terdekat pelajar juga bisa kena batunya apabila undang-undang tersebut disahkan.

Kepala eksekutif Universities Australia Catriona Jackson, misalnya, menganggap pemilihan kata dalam undang-undang bisa diartikan secara luas untuk membedakan mana yang aktif cari uang dan sekadar membantu saja.

"Ada frasa [dalam RUU] yang melarang penawaran ‘bantuan apa pun dalam mengerjakan tugas’ yang seharusnya diselesaikan pelajar itu sendiri," katanya. "Kami khawatir orang tua yang mengoreksi tugas anaknya dan menyuruh mereka membenarkan sesuatu bisa terjerat hukum juga."

Pemilihan kata dalam RUU berpotensi direvisi sebelum rancangan akhir diperkenalkan ke Parlemen. Menteri Pendidikan Federal dan Tehan bersikukuh memberlakukan usulan ini guna menindak pemberi jasa alih-alih murid yang memakai jasanya. Dengan begini, integritas pendidikan universitas tetap terlindungi.

"Dengan RUU ini, TEQSA (Tertiary Education Quality and Standards Agency) berhak meminta Pengadilan Federal memblokir situs web domestik dan internasional yang mempromosikan jasa mengerjakan tugas melalui provider internet. (RAN)