Polres Metro Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Hilarius di Ancol

Jumat, 12 Juli 2019 – 19:00 WIB

Ilustrasi Tersangka (Foto:Istimewa)

Ilustrasi Tersangka (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Polres Metro Jakarta Utara menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang menewaskan Hilarius Ladja (31 tahun) di Pantai Lagoon, Taman Impian Jaya Ancol (TIJA), Pademangan, Jakarta Utara pada Jumat 12 Juli 2019 pagi.

Sebanyak 18 adegan diperagakan dalam rekonstruksi pembunuhan tersebut. Belasan adegan tersebut diperagakan langsung oleh dua tersangka, Alfredo alias Aped (30) dan Jadri (27). Sementara peran korban dan saksi dibawakan oleh anggota Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara.

"Kami melakukan 18 adegan, dari mulai adegan kedatangan para tersangka ataupun para korban dam teman-temannya sampai dengan adegan selesai setelah korban ditusuk kemudian dipindahkan ke pinggir jalan dan kemudian ditinggalkan," terang Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto.

Kapolres menuturkan, polisi paling menyoroti adegan 13 dan 14. Pada kedua adegan itu, tergambarkan secara jelas soal peran kedua tersangka dalam kasus pembunuhan ini. "Di mana dia (Aped) menyuruh melakukan kepada pelaku (Jadri) untuk melakukan penusukan terhadap korban," kata Kapolres.

Kapolres menambahkan, dalam setiap peragaan di rekonstruksi ini, kedua tersangka berlaku cukup kooperatif. Baik Aped maupun Jadri sama sekali tak melakukan penyangkalan terhadap setiap adegan yang mereka peragakan.

Peristiwa penusukan itu terjadi pada Minggu 30 JUli 2019 dini hari. Saat itu, tersangka dan korban tengah merayakan ulang tahun anak dari teman mereka di pantai Ancol. Usai perayaan ulang tahun, mereka lalu pesta minuman keras di pinggir pantai. Penusukan terjadi usai kedua tersangka tak terima dengan ucapan korban yang bernada menantang. Penusukan berimbas korban tewas dengan sembilan luka tusuk.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 338 KUHP dan Pasal 351 ayat 3 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP dan Pasal 221 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.