IFBC Banner

Bisakah Esktremisme Diberantas? Mahfud MD Beberkan Solusi Jitunya!

Kamis, 03 Februari 2022 – 20:05 WIB

Menko Polhukam Mahfud MD

Menko Polhukam Mahfud MD

JAKARTA, REQnews - Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan pandangannya terkait solusi apa yang dapat ditempuh atau dijalankan agar ekstremisme bisa dicegah serta diberantas habis.

IFBC Banner


Ia mengakui, memberi hukuman kepada pelaku teror lebih mudah dilakukan. Namun, Mahfud mengingatkan, ekstremisme sumbernya adalah pemikiran, sehingga butuh perlakuan berbeda.

"Pemerintah telah turut serta dalam kerja sama internasional guna memerangi terorisme. Pemerintah juga telah melakukan upaya penegakan hukum atas tindak pidana terorisme yang terjadi di Indonesia. Namun, sekali lagi harus diingat bahwa sumber dari terorisme dan ekstremisme adalah pada pemikiran yang harus dilawan dan dicegah dengan pemikiran pula," kata Mahfud saat hadir dalam Rapimnas JATMI, Kamis 3 Februari 2022.

"Solusi atas ekstremisme adalah menumbuhkan, mengembangkan, menyuarakan, dan mempraktikkan moderasi beragama. Hal ini tentu memerlukan peran masyarakat, khususnya ahli agama dan organisasi keagamaan yang memiliki kompetensi dan legitimasi. Dalam konteks inilah, saya yakin organisasi dan jamaah JATMI dapat memiliki peran besar bersama organisasi keagamaan lain dan Pemerintah," ujarnya menambahkan.

Adapun bersikap toleran, Mahfud menilainya tak hanya cukup sekadar kata-kata saja dan membiarkan keberadaan orang lain, namun lebih jauh harus saling bekerja sama demi kemajuan bangsa.

Dia pun mencontohkan, dalam konteks berbangsa dan bernegara, agama Kristen, Hindu, Buddha, dan Islam memiliki 'kalimatun sawa' atau titik temu yakni visi yang sama dalam membangun bangsa yang bisa dipertemukan.

"Misal, Kristen, Hindu, Buddha dan Islam punya 'kalimatun sawa' bahwa pemimpin harus adil, pemilu harus jujur, itu 'kalimatun sawa'. Kalau saya mau beribadah hari Jumat, ya salat Jumat, yang mau ke gereja, ya silakan ke gereja, itu bukan 'kalimataun sawa'. Tapi, membangun negeri itu bersama-sama, itulah 'kalimatun sawa'," kata Mahfud.