IFBC Banner

Petisi 'Bebaskan Leo Idjie' Menggema, Ribuan Warganet Heran: Ngelapor Sampai Pakai 17 Pengacara?

Jumat, 04 Februari 2022 – 07:01 WIB

Petisi bebaskan aktivis Leo Idjie

Petisi bebaskan aktivis Leo Idjie

JAKARTA, REQnews - UU ITE kembali "makan" korban. Kali ini dialami Leo Idjie, seorang aktivis, pengacara dan pembela HAM dari LBH Kaki Abu, Sorong, Papua Barat. Video TikTok-nya terjerat UU ITE hingga Leo terancam hukuman penjara.

IFBC Banner


Padahal di sisi lain, saat ini Leo juga tengah mendampingi kasus Kisor dan LK, seorang anak yang diduga menjadi korban penyiksaan di tahanan dan menjalani peradilan yang tidak adil.

Diduga, ada banyak kejanggalan di kedua kasus tersebut. Contohnya seperti, pemindahan tersangka ke Makassar tanpa ada alasan jelas, Leo dan LBH Kaki Abu kemudian berorasi di halaman kantor Pengadilan Negeri Sorong.

Tapi, karena orasi itu, 17 pengacara pendamping pelapor mengadukan Leo ke polisi Sorong Kota. Laporan ini didasarkan pada video editan di TikTok yang diduga mem-framing Leo sebagai penista agama dengan cara memotong-motong orasi. Padahal Leo sudah memberikan klarifikasi di kantor polisi dan mengunggah video penjelasan bersama LBH Kaki Abu.

Karena itu, muncullah petisi dukungan untuk Leo Idjie yang digagas oleh Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet). Petisi tersebut kini telah mendapat dukungan dari 2 ribuan lebih warganet di platform Change.org.

"Kini Leo terancam hukuman maksimum 6 tahun penjara dan denda satu miliar rupiah. Ini gak bisa kita biarkan. Sewaktu-waktu, Leo bisa ditahan polisi. Kalau sampai Leo ditangkap, gimana nasib anak yang lagi dibantu Leo dan LBH Kaki Abu?" tulis petisi tersebut, dikutip Jumat, 4 Februari 2022.

"Inilah yang membuat kami membuat petisi ini agar proses pemidanaan terhadap Leo Idjie dari LBH Kaki Abu dihentikan," lanjut petisi itu.

"Dukung dan sebar tagar #BebaskanLeo ya. Kami butuh sebanyak-banyaknya tanda tangan untuk mendapat perhatian Kapolri Listyo Sigit, Menkopolhukam Mahfud MD, Wakil Presiden Ma'aruf Amin yang juga Ketua Pengarah Percepatan Pembangunan Papua, untuk ikut mengawal kasus ini," tulis petisi itu lagi.

"Karena kriminalisasi ini jelas mengada-ada dan justru memperlihatkan adanya penghalang-halangan upaya pemberian bantuan hukum yang memadai bagi orang-orang yang dituduh terlibat dalam kasus Kisor," demikian akhir petisi tersebut.

Untuk ikut mendukung petisi, kamu bisa mengakses lewat tautan berikut ini: https://www.change.org/p/kapolri-listyo-sigit-stop-pidanakan-aktivis-bebaskanleo/sign?cs_tk=AuWk_yMj9w6vSCxcBGIAAXicyyvNyQEABF8BvPWDnEAbPFjVgYQ0qBtxcjQ%3D&pt=AVBldGl0aW9uANVv6gEAAAAAYfshqzz7w0ViYmUyMmM2NQ%253D%253D&source_location=aa_sign_ask&utm_campaign=e79cb28df24942e09448d9db8f0d3311&utm_content=initial_v0_4_0&utm_medium=email&utm_source=aa_sign_ask&utm_term=cs